Film ‘Belok Kanan Barcelona’, Sampaikan Pesan Berharganya Waktu

Editor: Koko Triarko

423
Adegan film Belok Kanan Barcelona –Foto: Ist
JAKARTA – Hubungan cinta dan persahabatan begitu sangat dekat dan seringkali saling berkaitan. Ada yang dari temen (persahabatan), menjadi demen (cinta), tapi ada pula yang sebaliknya.
Semua tergantung kedewasaan seseorang. Meski banyak juga orang yang ternyata saling memendam rasa satu sama lain, tapi sulit diungkapkannya. Demikian yang mengemuka dari film Belok Kanan Barcelona.
Kisahnya tentang Francis (Morgan Oey), Retno (MikhaTambayong), Farah (Anggika Bolsterli) dan Ucup (Deva Mahenra) yang bersahabat di SMA. Francis mencintai Retno, tapi Retno selalu menolaknya karena perbedaan keyakinan, dan menjaga persahabatan. Sedangkan Farah mencintai Francis, tapi dia pendam, karena tahu hati Francis terpaut pada Retno. Ucup sebenarnya mencintai Farah, tapi selalu dia pendam, karena tahu hati Farah terpaut pada Francis.
Kemudian, cerita berkembang dari masa sekolah keempat sahabat itu ke masa kerja yang semuanya di luar negeri. Hal itu dipicu dari Francis yang memasang peta dunia besar di dinding rumahnya, dengan menandai negara-negara mana saja yang disinggahinya sebagai tempat konser dirinya menjadi pianis.
Retno, Farah dan Ucup, kagum pada Francis yang bisa keliling dunia. Kemudian, Francis memotivasi ketiga sahabatnya, bahwa kesempatan pasti ada kalau mau berusaha.
Setelah lulus SMA, diceritakan karier Francis berkembang. Bahkan, Francis menjadi pianis Indonesia pertama yang memenangkan Grammy Award, tinggal di Amerika. Francis mengumumkan, bahwa dia akan menikahi gadis Spanyol, Inez (Millane Fernandez), dan mengundang ketiga sahabatnya ke Barcelona. Tentu saja ketiga sahabatnya kaget tak terkira, karena rencana nikah Francis sangat tiba-tiba.
Retno yang tinggal di Copenhagen, berjanji akan datang ke pernikahan Francis, meski sedih. Karena bagaimana pun, sebenarnya Retno masih memendam rasa cinta pada Francis. Bahkan, bisa dibilang Retno belum bisa move on, belum bisa pindah ke lain hati, selain tetap teringat pada Francis, yang dianggapnya cinta monyetnya di SMA, tapi justru begitu sangat berkesan dalam hidupnya.
Kemudian, Farah yang sedari dulu memendam perasaan pada Francis, tampaknya tak patah semangat dan ingin menyatakan cintanya pada Francis. Undangan pernikahan Francis membuat Farah yang tinggal di Vietnam, tentu harus bergerak cepat dan menyatakan cintanya pada Francis.
Sedangkan Ucup, yang tinggal di Cape Town dan mengetahui niat Farah,  berangkat untuk mencegah Farah. Karena Ucup cinta pada Farah dan tak ingin orang yang sangat dicintainya itu patah hati, kalau cintanya ditolak Francis karena Ucup tahu betul kalau cinta Francis hanya pada Retno, meski cintanya terhalang karena perbedaan keyakinan.
Ada pun, Francis tampak begitu sangat bimbang antara menikahi Inez atau sekali lagi menyatakan cintanya pada Retno. Francis tak main-main dengan perasaan cintanya yang ia pupuk sejak sekolah SMA. Masa-masa indah di sekolah yang tentu tak terlupakan sepanjang hidupnya.
Film adaptasi dari novel Traveler’s Tale, Belok Kanan: Barcelona! ini sangat menghibur. Novel tersebut karya empat penulis, yakni Adhitya Mulya, Ninit Yunita, Alaya Setya dan Iman Hidayat. Skenarionya digarap Adhitya Mulya sendiri, yang lebih mengedepankan sosok Ucup, cerita yang digarapnya.
Sutradara Guntur Soeharjanto mengemasnya dengan cukup baik. Sutradara yang dijuluki spesial film syuting luar negeri ini memang mampu menggarap film ini dengan latar empat benua tampak tertata rapi. Hal ini tentu tak lepas dari peran Aline Jusria, sebagai penata gambar yang memang piawai menyusun adegan demi adegan dalam satu karya film utuh.
Akting Morgan Oey sebagai Francis Lim cukup baik, meski tampak masih kurang penghayatan sebagai seorang pianis. Memang tak bisa dipungkiri, karena aslinya Morgan tak bisa main piano, sehingga perannya sebagai pianis menjadi tantangan tersendiri.
Mikha Tambayong sebagai Retno Wulandari tampil memikat. Aktingnya memesona. Mikha memang punya jam terbang yang sangat tinggi dalam dunia seni peran. Mikha mampu membangun chemistry yang baik dengan Morgan, yang diceritakan sebagai pasangannya.
Deva Mahenra berperan Yusuf Hasanuddin (Ucup) begitu mendominasi dalam film ini. Aktingnya teruji dengan baik dalam melakukan adegan-adegan yang menantang di berbagai tempat yang paling banyak.
Anggika Bolsterli sebagai Farah Lestari muncul dengan baik. Anggika tampak mencurahkan seluruh kemampuannya. Aktingnya total dari adengan serius hingga adegan-adegan yang mengundang tawa.
Sedangkan para pemeran pendukung, artis yang muda-muda, seperti Millane Fernandez, Atta Halilintar, Delano Daniel, Ananta Rispo hingga Yusril Fahriza, tampak menambah serunya film ini.
Ada pun, para pemeran pendukung, artis-artis yang lebih senior seperti Cut Mini, Cok Simbara, Eksanti, Karina Suwandi, Elkie Kwee, Tike Priatna Kusumah, memperkuat film ini dalam cerita drama yang mengharukan.
Film ini, meski drama cinta, tapi pesan yang disampaikan begitu dalam, tentang waktu yang terus melaju dan kita tak bisa memundurkan, meski hanya sedetik saja. Jadi, pergunakan waktu kita sebaik-baiknya dengan sesuatu yang berarti, karena hidup sekali memang harus berarti.
Menonton film ini, indra penglihatan kita dimanjakan pesona empat benua yang menampilkan keistimewaannya masing-masing. Seperti keindahan Gurun Sahara, atau pesona pemandangan kota Barcelona.
Baca Juga
Lihat juga...