Film ‘Something in Between’, Beda dan Mendalam

Editor: Makmun Hidayat

250
Penulis skenario Titien Wattimena - Foto: Akhmad Sekhu

JAKARTA — Titien Wattimena termasuk penulis skenario andal yang mampu menggarap ide dari siapapun untuk diangkat menjadi skenario film. Apalagi idenya dari Sukhdev, yang banyak pengalaman dalam mengeluarkan ide-ide baru, beda dan segar. Jadilah cerita skenario yang beda dan punya kedalaman.

Meski demikian, Titien mengolahnya agar tidak terjerumus dalam ide cerita yang terlalu serius dan menjadi cerita film yang kuat dan padat, tapi juga populer dengan alur cerita yang mengalir lancar.

“Ide ceriita aslinya itu berasal dari Pak Sukhdev, beliau mengatakan ingin membuat lagi film remaja yang beda dan inginnya punya kedalaman dan akhirnya dikeluarkanlah ide cerita film Something in Between ini,” kata penulis skenario Titien Wattimena dalam acara press conference dan press screening film ‘Something in Between’ di XXI Lounge Plaza Senayan, Senayan, Jakarta, Jumat (21/9/2018).

Dalam proses penulisan skenarionya, Titien membeberkan dibantu Novia Faisal. “Kita bersama-sama terus diskusi terjalin antara saya, Novia, Pak Sukhdev dan Kang Asep, “ bebernya.

Titien menyampaikan dalam penggarapan skenario menghindari istilah-istilah teknis yang kemudian bisa dibantah para ilmuwan.

“Kita menciptakan cerita baru berdasarkan dari ide itu, yaitu cinta yang lebih dari sekedar abadi, bahwa ada yang lebih penting dari selamanya. Kita patokannya hanya menciptakan sebuah rasa di masa lalu yang kemudian kita olah rasa bersama ceritanya. Ada janji yang didengar oleh semesta yang kemudian kita tangkap,” ujarnya.

Titien kembali menegaskan tidak ada istilah-istilah teknis. “Kisahnya sebuah janji dua remaja di masanya yang kemudian didengar semesta dan semestanya membawanya ke masa sekarang ini,” tegasnya.

Film ini bertabur kata-kata romantis sebagaimana film Dilan yang banyak meraih jutaan penonton, tapi Titien membantah bahwa film ini beda. “Banyak kejutan yang tak terduga dalam cerita film ini, ada lucunya, romantis, dan sesuatu yang membuat penonton gemes dan baper,” tandasnya.

Kisahnya tentang perjalanan cinta antara Gema yang diperankan Jefri Nichol, dengan Maya yang diperankan Amanda Rawles. Gema jatuh cinta pada Maya dan melakukan segala upaya untuk menaklukan hatinya. Kemudian, cinta mereka diuji dengan tantangan meraih mimpi dan juga adanya kehadiran orang ketiga.

Film produksi Screenplay Films dan Legacy Pictures dengan arahan sutradara Asep Kusdinar ini dibintangi Jefri Nichol, Amanda Rawles, Naufal Samudra, Junior Liem, Febby Rastanty, Slamet Rahardjo, Surya Saputra, Amara Lingua, Rizky Hanggono, Djenar Maesa Ayu, Yayu Unru, Dolly Martin dan lain-lain. Film ini akan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 27 September 2018 mendatang.

Baca Juga
Lihat juga...