FKPPI Menjunjung Tinggi Ideologi Pancasila

Editor: Mahadeva WS

234

JAKARTA – Ketua Umum Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI-Polri (FKPPI), Pontjo Sutowo mengatakan, tidak mudah bagi sebuah organisasi bisa bertahan hingga berusia puluhan tahun. Terlebih perkembangan zaman menuntut organisasi bisa bertahan mengikuti perubahan globlalisasi yang terjadi di segala bidang.

Ketua Umum FKPPI, Pontjo Sutowo saat memberi sambutan pada perayaan HUT ke 40 FKPPI di Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (12/9/2018). Foto : Sri Sugiarti.

“Hari ini, FKPPI telah berkiprah 40 tahun dalam kehidupan berbangsa. Ini momen renungan dan refleksi kita terhadap perjalanan panjang FKPPI,” kata Pontjo saat memberikan sambutan perayaan HUT ke-40 FKPPI, Rabu (12/9/2018).

Di usianya tersebut, FKPPI telah menjadi organisasi yang ikut aktif dalam membangun kehidupan berbangsa, dalam rangka mengisi kemerdekaan di berbagai bidang. Oleh karenanya, Pontjo mengajak seluruh komponen bangsa, terkhusus anggota FKPPI, untuk melakukan evaluasi setiap episode yang dipengaruhi dinamika perkembangan sosial, politik, ekonomi serta pertahahan dan keamanan dalam kehidupan berbangsa.

FKPPI sebagai tonggak perjuangan berkiprah di segala bidang, dalam upaya mewujudkan pembangunan nasional. Dalam refleksinya, FKPPI merupakan organisasi yang berpengalaman sebagai agen perubahan yang memberikan penghargaan pada negara.

Sebagai organisasi yang menjunjung tinggi Pancasila, FKPPI harus mampu menunjukkan eksistensinya, di tengah arus ideologi yang luntur pemahamannya terhadap Pancasila. Di usianya yang ke-40 tahun, Pontjo mengajak seluruh anggota FKPPI terus menjaga dan mempertahankan keutuhan bangsa, serta kelangsungan hidup negara Indonesia.

FKPPI juga bertugas untuk menyadarkan akan bahaya paham-paham yang tidak sesuai dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan Pancasila. Karena Indonesia merupakan negara yang dibangun di atas semangat kebangsaan. Terkait antisipasi dampak negatif Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, FKPPI akan berperan aktif dalam kehidupan demokrasi. “Perbedaan pendapat dalam demokrasi adalah hal biasa dalam berbangsa. Justru perbedaan itu pemersatu, meskipun ada konflik persepsi dari sebuah kepentingan,” tandas Pontjo.

FKPPI akan mengatasi tantangan bangsa dengan mempersiapkan diri menangkal berbagai ancaman untuk menyukseskan pemilu damai dan tentram. FKPPI berkomitmen mempertahankan persatuan bangsa, karena Indonesia adalah negara yang majemuk. Salah satu senjata pemersatu adalah ideologi Pancasila, yang tentunya tidak kesedar menghapal kalimatnya, yang terpenting adalah memaknai dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketua Umum FKPPI, Pontjo Sutowo dan Wakil Ketua Umum FKPPI, Siti Hediati Haryadi atau Titiek Soeharto pada perayaan HUT ke 40 FKPPI di Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (12/9/2018). Foto : Sri Sugiarti.

Dalam proses pemilu, tak dipungkiri konflik selalu ada. Namun sebagai negara yang menjunjung tinggi demokrasi, segala konflik bisa ditangkal dengan baik tanpa harus terjadi secara berkepanjangan. Dengan keragaman budaya yang berbalut dalam Bhineka Tunggal Ika, FKPPI menjadi garda terdepan pemersatu bangsa, dapat menangkal bahaya konflik dalam pesta demokrasi. “FKPPI mengambil peran strategis dan bukan sekedar penentu, tapi bisa membimbing ke arah mana negara akan dikembangkan,” tegas Pontjo.

HUT ke 40 FKPPI bertajuk Teguhkan Komitmen  untuk Berada di Garis Terdepan Dalam Menjaga Persatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dihadiri oleh Wakil Ketua Umum FKPPI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, kemudian Mantan Danjen Kopassus, Agung Gumelar, hadir pula Menteri Sosial, Agus Gumiwang, dan tokoh-tokoh lain diantaranya Poppy Dharsono.

Pemotongan tumbeng secara simbolis diberikan oleh Pontjo Sutowo kepada Agum Gumelar. Adapun potongan kue HUT ke 40 FKPPI, diberikan oleh Ibu Titiek Soeharto kepada tokoh FKPPI dari Papua. Titiek Soeharto merasa bangga dengan FKPPI yang telah sukses menjalani kehidupan panjang dalam mewujudkan pembangunan bangsa. “Mudah-mudah FKPPI bisa bermanfaat untuk bangsa dan negara, ikut membangun dan menjaga Indonesia,” pungkas Titiek.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.