Formasi CPNS Kabupaten Sikka 143 Orang

Editor: Satmoko Budi Santoso

1.066

MAUMERE – Pemerintah Kabupaten Sikka mendapat jatah Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat penerimaan Calon PNS (CPNS) tahun 2018 yang akan segera dilaksanakan pendaftarannya pada 19 September 2018, secara online.

“Kami mengajukan usulan sebanyak 212 orang berdasarkan surat Menpan RB tanggal 17 Desember tahun 2017 sesuai dengan analisis jabatan dan analisis beban kerja, namun yang disetujui sebanyak 143 formasi saja,” sebut Martha Huberty Pega, Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Kamis (13/9/2018).

Dikatakan Martha, jumlah 143 itu adalah untuk formasi umum, sementara untuk formasi khusus Tenaga Honorer yang diangkat pada 1 Januari 2005 atau TH-K2 tidak ada.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Martha Huberty Pega. Foto : Ebed de Rosary

“Dalam penjelasan di kantor Kementerian PAN dan RB di Jakarta, dijelaskan bahwa permohonan akan Formasi Khusus TH-K2 ini tidak dikabulkan, karena para guru dan perawat di formasi khusus telah berusia di atas 35 tahun. Kami juga sudah meminta secara langsung, rupanya jawabannya ditulis di sini, yakni tidak ada formasi,” jelasnya.

Sesuai aturan hukum, berdasarkan Keputusan Menpan-RB di atas, jelas Martha, penjabat bupati Sikka akan menerbitkan Surat Keputusan Bupati Sikka tentang Panitia Seleksi CPNS Kabupaten Sikka dan Penetapan Formasi CPNS Kabupaten Sikka Tahun Anggaran 2018, dalam tempo sesingkat-singkatnya.

“Panitia tersebut akan bekerja mempersiapkan segala sesuatu yang perlu untuk urusan pendaftaran dan testing CPNS tersebut. Pendafataran akan mulai dibuka tanggal 19 September 2018,” terangnya.

Untuk pendaftaran ini, tambah Martha, calon peserta CPNS harus masuk dan mendaftar secara online di portal tunggal www.sscn.bkn.go.id dan foto copy surat-suratnya diserahkan ke kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sikka.

“Sebagai persiapan, baiklah calon peserta menyiapkan ijazah terakhir, transkrip nilai, KTP Elektronik, dan Kartu Keluarga, pasfoto 4 x 6 berlatar belakang merah,” ungkapnya.

Seleksi CPNS terakhir, kata Martha, tahun 2014 dengan sistem terukur dan baru tahun 2018 ada seleksi kembali. Namun dengan sistem zero growth atau tidak ada pertumbuhan. Artinya diberikan alokasi berdasarkan jumlah ASN yang pensiun, meninggal dunia, dan mengundurkan diri.

“Semua pendaftaran menggunakan sistem online, sementara tes tertulis dilakukan di Kabupaten Sikka dengan Sistem Computer Assisted Test (CAT) yakni metode seleksi menggunakan software dengan alat bantu komputer,” terangnya.

Penggunaan sistem CAT ini, sambung Martha, untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar bagi pelamar CPNS. Hal ini penting untuk mewujudkan profesionalisme Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sementara itu, penjabat bupati Sikka Drs. Mekeng P. Florianus meminta agar panitia seleksi harus bekerja secara jujur dan profesional sesuai aturan yang ditetapkan dan jangan menjanjikan seuatu kepada peserta tes.

“Saya meminta semua panitia bekerja dengan profesional, tidak boleh ada seorang pun yang menjanjikan apa pun kepada peserta,” pesan Mekeng kepada panitia seleksi tingkat Kabupaten Sikka di aula kantor bupati Sikka.

Mekeng menekankan agar panitia seleksi tidak boleh bekerja melanggar aturan, karena semua pendaftaran dan tes dilaksanakan terpusat, secara online. Tidak boleh ada yang coba bermain-main dengan soal tes CPNS tersebut.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.