Gangguan Bipolar Bisa Berujung Kematian

Editor: Satmoko Budi Santoso

179
Dokter spesialis kedokteran jiwa dan konsultan kesehatan jiwa usia lanjut, dr. Yuniar, Sp. KJ - Foto Agus Nurchaliq

MALANG – Bipolar merupakan salah satu jenis gangguan kejiwaan yang membuat penderitanya kerap mengalami perubahan suasana hati (mood) secara drastis sehingga mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Bahkan jika dibiarkan, akan berujung pada kematian.

Dokter spesialis kedokteran jiwa dan konsultan kesehatan jiwa usia lanjut, dr. Yuniar, Sp.KJ menjelaskan, gangguan Bipolar ditandai perubahan dua kutub mood secara ekstrem, yakni kutub tinggi dan kutub rendah. Pada orang normal, perubahan mood juga biasa terjadi berupa perasaan senang maupun sedih. Tapi pada penderita bipolar, perubahan mood sangat ekstrem.

“Kutub tinggi ini biasanya disebut ‘mania’, dan kutub rendah disebut ‘depresi’,” jelasnya kepada Cendana News, Jumat (28/9/2018).

Disampaikan Yuniar, pada fase mania umumnya ditandai dengan kenaikan suasana hati secara signifikan yang mengakibatkan penderita bipolar merasa memiliki banyak ide, perasaan senang, gembira, energik, tidak merasa capek, tidak merasa butuh tidur.

Pada fase mania ini, penderita juga akan cenderung lebih boros karena mereka akan menghabiskan uangnya untuk berbelanja secara berlebihan.

“Ada pasien saya yang dia bipolar mania menghabiskan uangnya untuk berbelanja di Singapura. Setelah berbelanja dia tidak bisa pulang karena kehabisan uang,” ceritanya.

Sedangkan pada fase depresi ditandai dengan penurunan suasana hati secara drastis yang mana pada fase ini penderita bipolar akan merasakan sedih yang luar biasa, teringat dosa-dosa masa lalunya, merasa masa depannya tidak ada, putus asa, tidak nafsu makan, dan sulit tidur. Bahkan jika terus dibiarkan, penderita bisa melakukan bunuh diri.

“Bipolar pada dasarnya tidak menyebabkan kematian, tapi bahaya kematian adalah kalau dia depresi, biasanya akan timbul keinginan untuk bunuh diri. Itu yang biasanya menyebabkan kematian penderita bipolar,” ungkapnya.

Menurutnya, pemicu kambuhnya bipolar bisa disebabkan oleh stres dan hormon. Contohnya, pada wanita penderita bipolar pada saat mengalami haid atau datang bulan, biasanya mood akan sangat terganggu sekali sehingga memicu kambuhnya bipolar.

“Kemudian stres juga. Misalnya penderita bipolar mengalami kejadian yang menyedihkan seperti orang tuanya meninggal, atau menghadapi ujian, maka akan mulai muncul gejalanya,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan Yuniar, penyebab gangguan bipolar sendiri ada yang mengatakan karena faktor genetik atau turunan, sehingga hanya bisa dikendalikan bukan disembuhkan.

“Jadi bukan sembuh, tapi bisa dikendalikan. Pengendaliannya bisa melalui obat yang berfungsi untuk menurunkan frekuensi terjadinya fase mania maupun depresi sehingga mereka bisa hidup dan bersosialisasi dengan masyarakat secara normal,” ujarnya.

Selain dengan obat, pengendalian bipolar bisa dilakukan dengan terapi psikologis di bawah pengawasan dokter spesialis maupun psikiater, serta menerapkan pola hidup sehat.

Baca Juga
Lihat juga...