Gaung Puisi, Bangkitnya Dunia Sastra di Bumi Patriot

Editor: Makmun Hidayat

201

BEKASI — Aula Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi menggema. Puluhan siswa dan penyair berkumpul meramaikan Hari Puisi Indonesia dengan tema ‘Gaung Puisi di Tapal Batas Bekasi’.

Kegiatan itu dikawal oleh Dewan Kesenian Bekasi (DKB) hingga mampu mengumpulkan seniman sastra dari mulai anak-anak sampai dewasa.

“Awalnya yang diundang hanya 30 orang meliputi guru dan anak didiknya, juga ada sastrawan di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Tetapi hadir lebih dari undangan, ini adalah animo baru akan bangkitnya dunia sastra di Bumi Patriot,” ujar Ketua Dewan Kesenian Kota Bekasi Suwignyo, belum lama ini.

Menurutnya, berbagai rangkaian puisi telah dilaksanakan dengan melibatkan seniman sastra di Bekasi Raya. Dari pojok perkampungan pindah ke RW di beberapa titik Kota Bekasi untuk menggaungkan puisi di Kota Bekasi. Semua kegiatan modal sendiri dan donatur yang masih peduli akan seni. Tertatih dalam segala kegiatan tidak menghambat gaung puisi di tapal batas.

“Ini adalah sebuah media untuk menampilkan kreatifitas dan kecerdasan anak-anak maupun guru, meski saya bukan orang Bekasi, namun saya bangga tinggal di Bekasi dan bisa ikut membesarkan sastra di Bekasi. Harusnya ini dapat didukung oleh pemerintah daerah,” jelasnya mengaku sampai sekarang belum ada kepedulian.

Dia juga mengimbau bagi siswa siswi, mahasiswa dan guru di Kota Bekasi, yang memiliki karya puisi dapat dikirim ke Dewan Kesenian Bekasi untuk dijadikan dalam satu buku Antologi Puisi Penyair Nusantara, dan akan dicetak untuk dibagikan pada peringatan Hari Puisi Indonesia tahun berikutnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Ali Fauzi mengakui kegiatan baca puisi, merupakan kegiatan positif dan harus dilestarikan. Dukungan itu pun ia tunjukkan dengan menyediakan tempat Aula di Disdik Kota Beksi untuk dipakai dalam kegiatan Hari Puisi Indonesia ke 6 di Bekasi.

Ali Fauzi, juga berjanji kedepan dengan adanya potensi puisi itu akan coba bantu mengajukan ke Pemerintah Kota Bekasi untuk mendapatkan dukungan.

“Seni sastra Kota Bekasi, harus dipertahankan. Dan harus diakui untuk tenaga pendidikan seni sastra di Kota Bekasi masih belum maksimal. Tentu ini akan dicarikan jalan keluar kedepan melalui Dinas Pendidikan,” pungkas dia.

Pantauan di lokasi, siswa dan penyair begitu antusias dalam membacakan puisi. Tak jarang antara mereka membacakan puisi karya sendiri, meski panitia sudah menyediakan buku.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.