Gelar PDK, SMA Kebangsaan Napak Tilas Perjalanan Raden Inten

Editor: Satmoko Budi Santoso

569

LAMPUNG – Ratusan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Kebangsaan Penengahan, Lampung Selatan, mengikuti kegiatan Pendidikan Dasar Kedisiplinan (PDK).

Sersan Dua Eko Haryanto selaku pamong atau pembimbing siswa menyebut, kegiatan PDK merupakan agenda rutin SMA Kebangsaan. Pelaksanaan PDK tahun ini memasuki angkatan ke-6 disebut Serda Eko Haryanto mendampingi Plt Kepala Sekolah SMA Kebangsaan, Hardianzali, S.Pd. Digelar sekaligus penerimaan siswa baru pada Tahun Ajaran 2018/2019.

Kegiatan itu, menurut Serda Eko Haryanto, sekaligus napak tilas Rute Perjalanan Raden Inten II (RPRI). Napak tilas RPRI merupakan cara mengenang perjalanan pahlawan nasional Raden Inten II yang merupakan pahlawan asal Lampung Selatan.

Sersan Dua Eko Haryanto selaku pamong siswa SMA Kebangsaan Lampung Selatan pada kegiatan Pelatihan Dasar Kedisiplinan Siswa angkatan ke-6 dan Rute Perjalanan Raden Inten II [Foto: Henk Widi]
Napak tilas siswa SMA Kebangsaan pada jalur RPRI menempuh jarak sejauh 17,3 Kilometer dari SMA Kebangsaan ke Gunung Rajabasa di Desa Way Kalam menyusuri sejumlah desa dan berakhir di Dusun Banyuurip Desa Kuripan.

“Kegiatan pendidikan dasar kepemimpinan menjadi agenda rutin bagi siswa SMA Kebangsaan untuk membentuk mental sekaligus kedisiplinan siswa baru sekaligus menghargai jasa pahlawan Raden Inten II,” terang Serda Eko Haryanto, selaku pamong siswa SMA Kebangsaan, saat ditemui Cendana News di titik perhentian napak tilas Desa Taman Baru Penengahan, Sabtu (1/9/2018).

Pelaksanaan Rute Perjalanan Raden Inten II merupakan cara membentuk karakter, mental siswa. Napak tilas dengan berjalan kaki sekaligus mengingatkan siswa untuk mengenang perjuangan pahlawan nasional asal Lampung Selatan dalam upaya mengusir penjajah Belanda yang butuh perjuangan panjang.

Pada pelaksanaan PDK angkatan ke-6 itu cukup istimewa karena diikuti oleh sebanyak 205 siswa terdiri dari 126 siswa putra dan sebanyak 79 siswa putri yang baru diterima pada tahun ajaran 2018/2019.

Pada pelaksanaan RPRI para siswa dibagi dalam beberapa peleton di antaranya sebanyak 5 peleton putra dan sebanyak 3 peleton putri. Sebagai bagian napak tilas RPRI para siswa, pamong dan panitia siswa juga menempuh rute di makam Radin Inten II di Desa Gedung Harta, Desa Way Kalam dan menyempatkan singgah di Desa Kuripan tempat Lamban Balak tempat kediaman Raden Inten II.

Sejumlah titik perhentian disebut Serda Eko Haryanto sekaligus menjadi tempat istirahat dan menjalankan ibadah diantaranya di masjid Taman Baru.

Kegiatan Pendidikan Dasar Kedisiplinan dan Kepemimpinan Siswa diakui Serda Eko Haryanto digelar selama dua hari sejak Sabtu (1/9) hingga Minggu (2/9) dengan lokasi kegiatan dipusatkan di lapangan Dusun Banyuurip Desa Kuripan.

Selain kegiatan RPRI pada PDK tersebut akan digelar sejumlah kegiatan dia ntaranya Pemilihan Ksatria Tangkas (PKT). Kegiatan PKT yang akan dipilih diantaranya rayapan tali satu, refling hell, kawat duri, jaring pendarat, bola ajaib, permainan arah mata angin.

Agus Amriza, selaku ketua panitia kegiatan PDK SMA Kebangsaan menyebut, kegiatan yang dipusatkan di lapangan Dusun Banyuurip diisi dengan outbound dan pembaretan. Kegiatan tersebut diakui Agus Amriza diisi oleh pembimbing dari Komando Rayon Militer (Koramil) 03/Penengahan dan ditinjau langsung dari SMA Taruna Nusantara Magelang Jawa Tengah.

Kegiatan juga didukung oleh para panitia siswa dan gabungan OSIS dan Peleton Upacara (Para).

“Kegiatan pendidikan dasar kedisiplinan diharapkan membentuk siswa berkarakter sekaligus persemaian untuk siswa berwawasan kebangsaan,” terang Agus Amriza.

Agus Amriza menyebut, pada angkatan ke-6 Siswa SMA Kebangsaan pada kelas X terbagi dalam 6 kelas berasal dari sejumlah wilayah. Pada tahun ajaran baru 2018/2019 siswa terdiri dari 205 siswa berasal dari wilayah Bogor, Batam,Palembang serta dari sejumlah kabupaten kota di Provinsi Lampung.

Sekolah dengan konsep asrama yang dikelola oleh Yayasan Insan Cendekia menekankan kedisiplinan dan proses pembelajaran yang lebih dekat dengan alam.

Kegiatan Pendidikan Dasar Kedisplinan melalui Rute Perjalanan Raden Inten II sekaligus menumbuhkan wawasan kebangsaan, kejuangan, jiwa persatuan dan kesatuan, cinta tanah air.

Ia menyebut, pelaksanaan kegiatan tersebut bahkan langsung mendapat pembinaan dari Sekolah Taruna Nusantara dengan kehadiran pembimbing selama kegiatan berlangsung di lapangan desa Banyuurip.

Aria Santosa, salah satu siswa kelas X menyebut, perjalanan dari SMA Kebangsaan melalui Rute Perjalanan Raden Inten II cukup panjang. Bangun sejak pukul 03.00 pagi di Graha Putra dan dilanjutkan berbagai kegiatan menjadi latihan fisik yang cukup melelahkan.

Meski demikian ia menyebut, kegiatan tersebut akan membentuk karakter bagi dirinya sebagai siswa baru di SMA Kebangsaan. Berbagai tahapan kegiatan akan diikuti sebagai bagian dari pelatihan kedisiplinan di SMA Kebangsaan yang dipilihnya.

Baca Juga
Lihat juga...