Gelaran Malang Flower Carnival Diharap Tingkatkan Kunjungan Wisata

Editor: Makmun Hidayat

227

MALANG — Kota Malang sebagai salah satu tempat tujuan wisata di Jawa Timur, kembali menggelar event tahunan Malang Flower Carnival (MFC) yang diikuti 200 peserta dari dalam dan luar negeri.

Pembukaan MFC oleh Staf Ahli Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata RI, Disbudpar, Walikota Malang terpilih dan instansi terkait – Foto: Agus Nurchaliq

Melalui tema ‘Wonderful Indonesia Flower’, event MFC yang digelar di sepanjang jalan Ijen tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke kota Malang sekaligus mengangkat nama Malang ke kancah internasional.

Staf ahli bidang multikultural kementerian pariwisata republik Indonesia, Esthy Reco Astuti, mengatakan MFC saat ini telah masuk di dalam Calender of Event (CoE) Wonderful Indonesia.
“Seperti apa yang dipesankan oleh Pak Menteri, setiap event harus berstandar dunia, dan MFC ini sudah masuk di Calender of Event (CoE) Wonderfull Indonesia,” ujarnya saat membuka MFC, Minggu (16/9/2018).

Menurutnya, tidak dapat dipungkiri, Malang memiliki potensi wisata yang sangat luarbiasa mulai dari potensi alam, budaya dan potensi yang sifatnya buatan. Dan MFC merupakan salah satu dari daya tarik buatan untuk menjadi sebuah atraksi yang menarik bagi para wisatawan yang datang ke Malang.

Dikatakan Eshty, dalam mengembangkan suatu event harus ada keperpihakan pada lingkungan, dimana MFC sudah menerapkan konsepnya ramah lingkungan dengan menggunakan daur ulang limbah yang di bentuk menyerupai bunga. Selain itu juga harus ada profit atau dampak manfaat ekonominya bagi masyarakat.

“Dan tidak dapat dipungkiri, setiap ada event bertaraf nasional maupun internasional pasti hotel penuh, kemudian restoran, transportasi, ekonomi mikro masyarakat pasti juga akan merasakan dampak positifnya,” sebutnya.

Penampilan salah satu peserta Malang Flower Carnival – Foto: Agus Nurchaliq

Selanjutnya yang tidak kalah penting adalah masyarakatnya harus juga turut dilibatkan mulai dari akademisi, industri, komunitas, pemerintah pusat maupun daerah termasuk eksekutifnya dan dari media.

“Masyarakat inilah yang harus bisa bersama-sama bergerak dalam rangka untuk mengembangkan sektor pariwisata dari suatu daerah yang akan mampu membawa dampak positif bagi daerah tersebut,” katanya. Jika daerahnya selalu berkomitmen untuk mengembangkan pariwisatanya, maka kami juga akan memberikan dukungan penuh kepada mereka,” tandasnya.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, mengatakan MFC merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh komunitas kreatif bidang fashion, dengan kostum carnival terbuat dari bahan daur ulang di desain menyerupai bunga yang indah dalam upaya mengangkat kembali citra Malang sebagai kota bunga dengan memacu partisipasi masyarakat dalam program pelestarian lingkungan.

“MFC sebagai event tahunan yang saat ini telah masuk dalam 100 event Wonderful Indonesia, diharapkan dapat menarik kunjungan wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri dalam mensukseskan program pariwisata nasional,” ucapnya.

Terdapat dua kategori yang dilombakan yakni kategori umum dan anak, dengan kriteria penilaian kesesuaian dengan tema, originalitas karya, dimensi karya, penampilan koreografer, make up dan ekonomis. Total hadiah 40 juta rupiah.

Suasana Malang Flower Carnival – Foto: Agus Nurchaliq

Menurutnya, MFC kali ini diselenggarakan dalam upaya untuk membangun komunitas kreatif yang berwawasan global dan berbasiskan kearifan serta keunggulan lokal. Sehingga mereka dapat terbentuk menjadi generasi muda yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.

“Harapan kedepan MFC dapat diikuti oleh lebih banyak lagi peserta asing, sehingga event ini menjadi event internasional yang dapat menghadirkan wisatawan mancanegara,” terangnya.

Sementara itu, Walikota Malang terpilih, Sutiaji mengaku bahwa Kota Malang saat ini telah siap mendukung program pemerintah untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai komuditi pertama dalam perekonomian.

“Negara telah memposisikan pariwisata sebagai komuditi utama dalam perekonomian, maka Kota Malang sudah seratus persen siap untuk menyongsong itu,” sebutnya seraya berharap semoga dengan adanya event MFC, industri masyarakat akan terangkat, hotel-hotel bisa menikmati dan ekonomi mikro juga bisa berjalan dengan baik.

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.