Gempa 5,1 SR, Warga Palu Berhamburan Keluar Rumah

272
Ilustrasi - Petugas tengah memantau aktivitas kegempaan melalui alat seismograf [Dok: CDN]

PALU — Sebagian warga Kota Palu di Provinsi Sulawesi Tengah berhamburan keluar rumah menyusul gempa bumi berkekuatan 5,1 Skala Richther (SR) yang terjadi pada Sabtu sekitar pukul 06.20.33 WIB.

Berdasarkan pantauan, Sabtu dilaporkan bahwa di kawasan Jalan Kancil, Palu Selatan, banyak warga berlarian keluar rumah karena khawatir dampak yang ditimbulkan gempa itu.

Selain itu, warga juga takut jangan sampai adanya gempa bumi susulan yang lebih besar.

Denny, seorang warga di kawasan itu mengatakan getaran gempa dirasakan cukup keras.

Gempa membuat kaca rumah bergetar dan beberapa benda yang digantung di dinding rumahnya berjatuhan.

Menurut dia, tindakan warga keluar rumah saat gempa merupakan hal yang tepat guna menghindari reruntuhan bangunan.

Warga di Kota Palu, kata dia, sudah cukup cerdas, yakni begitu gempa mereka langsung keluar rumah atau gedung guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Apalagi, Palu merupakan jalur utama gempa Palukoro. Hampir setiap harinya ada gempa. Hanya saja memang gempa skala kecil sehingga terkadang tidak dirasakan getarannya oleh masyarakat di Ibu Kota Provinsi Sulteng itu.

Hal senada juga disampaikan Marten, warga Jalan Lembu. Ia mengatakan saat gempa, semua isi rumahnya langsung berhamburan keluar rumah.

Dia juga mengaku getaran gempa dirasakan cukup keras.

Dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palu melaporkan gempa bumi yang menguncang Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng pada Sabtu pukul 06.20.33 WIB tersebut berlokasi 0.83 LS-119.83 BT.

Kedalaman gempa berada 10 km. Wilayah 9 km barat laut Kota Palu dan dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

BMKG setempat juga mencatat selama empat bulan terakhir terjadi gempa bumi di sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, 30 kali setiap hari.

“Baik yang dirasakan maupun tidak dirasakan masyarakat, rata-rata 30 kali setiap hari,” kata Kepala Geofisikan Palu Cahyo Nugraha.

Ia menyebut peristiwa tersebut dipicu gempa lokal dan sesaran Palukoro.

Sesaran Palukoro merupakan satu-satunya di Indonesia. Sesaran itu sangat aktif sehingga perlu diwaspadai masyarakat.

Dia menjelaskan sesaran Palukoro membentang dari Poso ke arah tenggara dan barat laut sampai barat Perairan Kabupaten Tolitoli. Ke selatan, sesaran Palukoro bercabang ke sesaran Matano mulai sekitar Poso, Morowali, sampai Sorowako, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Ia menjelaskan gempa dengan guncangan kuat akan menimbulkan kerusakan bangunan.

Hingga berita ini dilaporkan belum ada informasi soal dampak yang ditimbulkan akibat gempa bumi yang terjadi di Palu itu. [Ant]

Baca Juga
Lihat juga...