Gempa Donggala Terjadi Akibat Aktivitas Sesar Geser Palu Koro

Editor: Makmun Hidayat

258
Kepala BMKG Dwi Korita Karnawati - Foto: Jatmika H Kusmargana

YOGYAKARTA — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab terjadinya gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo dengan kedalaman 10 km di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018) sore sekitar pukul 17.02 WIB.

Kepala BMKG, Dwi Korita Karnawati, menyatakan gempa bumi yang terjadi di Donggala Sulawesi sore tadi merupakan gempa dangkal yang terjadi sebagai akibat aktivitas sesar geser Palu Koro.

“Gempa ini menurut analisis kami merupakan gempa dangkal akibat aktivitasi sesar geser Palu Koro. Mekanisme pergerakan dari stuktur batuan dengan mekanisme sesar mendatar,” ungkapnya saat jumpa pers di Kantor BMKG Yogyakarta, Jumat malam (28/9/2018).

Menurut Dwi Korita, penyebab gempa bumi Donggala itu berbeda dengan gempa bumi Lombok beberapa waktu lalu. Dimana gempa Lombok terjadi akibat adanya patahan naik Flores.

“Gempa Donggala ini lebih kuat dari Gempa Lombok. Walaupun gempa Lombok itu terjadi akibat patahan naik Flores. Sedangkan di Donggala ini akibat patahan geser Palu Koro,” ungkapnya.

Saat ditanya perbandingan tingkat resiko bahaya kedua gempa tersebut, Dwi Korita menilai semua itu tergantung pada banyak hal.

“Kalau di Donggala ini kan gempa dangkal, patahannya ada di kota kabupaten. Tapi kalau lempeng selatan Jawa itu terjadi pada jarak 250 km dari pantai selatan Jawa. Jadi lebih jauh, tapi kalau ini kan langsung di kota,” ungkapnya.

Meski begitu Dwi Korita menyampaikan agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Dengan terus mengikuti informasi resmi dari BMKG serta tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab seperti misalnya isu tsunami.

“Kita minta warga untuk sementara agar menjauhi bangunan. Karena belum tentu bangunan yang ada disana dirancang sesuai standar anti gempa. Sehingga dikhawatirkan jika ada gempa susulan bisa roboh. Karena itu kita minta warga tidak tinggal di dalam rumah. Paling tidak sampai gempa susulan tidak terjadi lagi,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...