Gerak Jalan Tajemtra, Jalur Surabaya-Banyuwangi, Tutup Total

Editor: Satmoko Budi Santoso

241

JEMBER – Jalur utama Surabaya-Banyuwangi yang melintasi wilayah Jember ditutup total dan dialihkan ke jalur alternatif. Sebanyak 8 ribu orang peserta akan meramaikan Gerak Jalan Tanggul-Jember Tradisional (Tajemtra) hari ini, Sabtu (8/9/2018).

Gerak jalan sejauh 36 km ini mengambil start di alun-alun Kecamatan Tanggul dengan garis finish Alun-Alun Kota Jember.

Dalam kegiatan tersebut, petugas kepolisian lalu lintas Polres Jember akan melakukan penutupan arus lalu lintas di jalur utama Tanggul-Jember mulai pukul 10.00 WIB. Bagi pengguna jalan arah Lumajang-Banyuwangi dan sebaliknya, akan dialihkan ke jalur alternatif.

“Mulai pukul 10.00 WIB Tanggul-Jember kita tutup total. Kendaraan dari barat kita alihkan ke kanan, arah Kecamatan Kencong, mulai dari pertigaan Pondok Dalem, Tanggul,” kata Kasat Lantas Polres Jember, AKP Prianggo Parlindungan Malau, Sabtu (8/9/2018).

Suasana pendaftaran gerak jalan Tajemtra di hari terakhir di sekretariat panitia Tajemtra di Kantor Dispora Jember. – Foto Kusbandono

Kendaraan dari arah Surabaya menuju Banyuwangi, dialihkan dengan melewati jalur alternatif di sepanjang Jember selatan. Kemudian mereka akan kembali masuk ke jalur utama setelah melalui pertigaan pasar Wirolegi, Kecamatan Sumbersari.

“Sebaliknya yang dari arah Banyuwangi-Surabaya juga kita alihkan mulai pertigaan Pasar Wirolegi ke arah kiri atau selatan, dan akan kembali di jalur utama selepas pertigaan Pondok Dalem, Tanggul,” ujar Prianggo.

“Pertigaan Pondok Dalem akan kita buka setelah peserta terakhir melintas di depan Polsek Rambipuji,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jember, Dedi Muhammad Nurrahmadi mengatakan, peserta gerak jalan Tajemtra akan dilepas oleh Bupati Jember, sekitar pukul 13.00 WIB. Bupati Jember juga akan ikut menjadi peserta dalam gerak jalan yang digelar rutin tiap tahun ini.

Tajemtra tahun ini, panitia menyediakan 10 motor sebagai hadiah. Sedangkan untuk pendaftaran, peserta tidak dikenakan biaya. Namun demikian peserta diwajibkan membeli premi asuransi sebesar Rp5 ribu per orang yang disediakan oleh panitia.

“Untuk mengantisipasi jika terjadi sesuatu terhadap peserta, asuransi mencakup kematian dan kecelakaan,” kata Dedi.

Dedi juga menambahkan melihat banyaknya peserta, pihaknya memperkirakan peserta terakhir yang akan tiba di garis finish Alun-Alun Jember sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, Minggu (9/9).

“Sebanyak 850 personel gabungan akan melakukan pengamanan, dari Polres Jember, TNI, Satpol PP dan Dishub,” ungkap Dedi.

Dedi juga menjelaskan, melihat antusias yang tinggi dari kaum difabel di setiap momen Tajemtra, maka tahun ini pihaknya menempatkan kaum difabel dalam regu kehormatan.

“Para kaum difabel yang tergabung dalam persatuan penyandang cacat (perpenca) ini akan ditempatkan di barisan bersama Bupati Jember,” jelasnya.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Jember kepada kaum difabel karena semangatnya yang luar biasa meskipun dalam keterbatasan.

“Tercatat hingga Kamis (6/9/2018) sebanyak 22 kaum difabel terdaftar sebagai peserta Tajemtra,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...