GERTAK Minta Polres Ende Usut Gratifikasi Tujuh Anggota DPRD

Editor: Satmoko Budi Santoso

176

ENDE – Gerakan Rakyat Anti-Korupsi (GERTAK) Flores Lembata (Florata) kembali meminta agar Polres Ende segera melakukan penyelidikan terhadap 7 anggota DPRD Ende dan Dirut PDAM Ende yang diduga melakukan gratifikasi sesuai putusan Pengadilan Negeri Ende.

“Pengadilan Negeri Ende dalam amar putusan tertanggal 26 Maret 2018 memerintahkan Polres Ende untuk segera melanjutkan proses penyelidikan atas kasus dugaan gratifikasi,” sebut Kanisius Soge, koordinator Gertak Florata, Sabtu (15/9/2018).

Putusan Pengadilan Negeri Ende tersebut, kata Kanis, sapaannya, telah berlangsung selama 6 bulan. Namun Polres Ende belum mengambil langkah maju dalam penanganan kasus tersebut.

“Kami telah melakukan demo awal September lalu guna mendesak Polres Ende agar segera melakukan penyelidikan kasus, sesuai dengan perintah pemgadilan agar melanjutkan proses hukum,” tegasnya.

Kanisius Soge, koordinator Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gertak) Flores Lembata (Florata). Foto : Ebed de Rosary

Kanis menduga Polres Ende secara diam–diam tidak melaksanakan penyelidikan atas laporan tertanggal 5 Oktober 2015 bernomor Li/06/x/2015/Reskrim sehingga tanggal 26 Maret 2018 melalui putusan bernomor 02/Pid.Prap/2018/PN.End. Pengadilan Negeri Ende memerintahkan Polres Ende untuk melanjutkan penyelidikan atas kasus itu.

”Sudah 6 bulan pasca-putusan Pengadilan Negeri Ende, tetapi sampai saat ini kasus tersebut belum ada kemajuan. Oleh karena itu, masyarakat Kabupaten Ende menilai kalau Polres Ende sedang tidak tunduk pada Putusan Praperadilan dan diduga sedang mencoba melawan hukum,” ungkapnya.

Kasus dugaan tindak pidana gratifikasi ini, sambung Kanis, sudah mengendap di Polres Ende hampir 5 tahun. Namun hingga saat ini belum ada titik terang penyelesaian sehingga Gertak Florata kembali turun ke jalan. Menuntut Polres Ende segera melanjutkan proses penyelidikan kasus ini.

“Bila Kapolres Ende tidak bisa menuntaskan kasus ini maka kami meminta agar Kapolri segera mengganti Kapolres Ende,” tegasnya.

Sementara itu, Wakapolres Ende, Kompol Marthin Kana, saat ditemui wartawan mengatakan, semua tuntutan yang disampaikan Gertak Florata akan dipelajari mengingat putusan praperadilan sifatnya mengikat. Pihaknya akan menindaklanjuti apa yang menjadi putusan pengadilan tersebut.

“Saat ini Polres Ende sedang mengumpulkan keterangan dari pihak–pihak terkait serta mengumpulkan bukti–bukti untuk menindaklanjuti kasus ini. Proses penyelidikan yang dilakukan tanpa target waktu tertentu,” tuturnya.

Baca Juga
Lihat juga...