Gianyar Menuju ‘Kota Kerajinan Dunia’

Editor: Koko Triarko

186
GIANYAR – Dewan kerajinan dunia (World Craft Council/WCC), menerjunkan tim lengkap ke Kabupaten Gianyar, Bali, untuk melakukan evaluasi dalam upaya usulan Gianyar sebagai ‘Kota Kerajinan Dunia‘ atau World Craft City.
Ketua Tim Evaluasi WCC, Madam Ghada Hiijawi Quddumi, didampingi Ketua Bidang Promosi Dekranas Pusat, Franciska Lembong, diterima di Ruang Pertemuan Rumah Luwih di Desa Lebih Gianyar, Minggu (30/9/2018).
Seperti diketahui, Gianyar menjadi kota kedua di Indonesia setelah Yogyakarta, yang diusulkan menjadi anggota Kota Kerajinan Dunia atau WCC. Hal ini dirasa pantas, mengingat segala bentuk seni dan kerajinan hidup dan berkembang di Gianyar, apalagi Gianyar banyak didukung oleh seniman-seniman muda yang kreatif dan inovatif.
Ketua Tim Evaluasi WCC, Madam Ghada, mengatakan, Kabupaten Gianyar diusulkan menjadi anggota WCC, karena dinilai yang paling memenuhi kriteria yang disyaratkan oleh WCC, dalam upaya pengembangan industri kerajinan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakatnya.
Menurutnya, penilaian yang dianggap menonjol adalah peranan Pemerintah Kabupaten Gianyar, dalam upaya pelestarian, di samping juga peranan lembaga pendidikan, khususnya dalam kurikulum sekolah menengah  yang ada di Gianyar.
“Ada tujuh (tujuh) kriteria yang harus dipenuhi oleh Gianyar untuk dapat ditetapkan oleh WCC sebagai Kota Kerajinan Dunia, dalam pengembangan industri kerajinan, seperti Authenticity (Historical Value), Originality (Cultural Value), Preservation (Transgeneration Value), Marketability (Economic value), Ecofriendly (Green value), Internationality (Global Value) dan Sustainabiliy (Consistency Value) terhadap produk industri kerajinan di Gianyar,” kata Madam Ghada.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, mengatakan, Pemkab Gianyar dan Dekranasda mengusulkan Gianyar masuk dalam keanggotaan World Craft City, dimaksudkan untuk mengenalkan para perajin Gianyar dengan perajin yang ada di luar negeri.
Membuka peluang bagi perajin Gianyar untuk berinteraksi dengan perajin luar negeri, sehingga terjadi alih pengetahuan dan menjalin kerja sama dengan para perajin dari luar, sehingga produk-produk seni kerajinan Gianyar bisa tembus pasar global.
“Kabupaten Gianyar diusulkan menjadi anggota WCC, merupakan suatu kebanggaan, kami akan berusaha semaksimal mungkin, agar produk kerajinan di Gianyar dikenal di dunia. Sehingga dalam dua hari  evaluasi ini, kami akan mengajak tim untuk langsung melihat proses dan pembuatan, sehingga memberi peluang pada perajin Gianyar untuk mempromosikan produk mereka,” papar Surya Adnyani Mahayastra.
Katanya lagi, industri kerajinan di kabupaten Gianyar merupakan salah satu industri yang berlandaskan pada kreativitas para seniman, dikerjakan secara manual daan merupakan hasil cipta, rasa dan karsa. Industri kerajinan terbukti mampu meningkatkan pendapatan keluarga dan membuka peluang kerja.
“Untuk meningkatkan daya saing ini, diperlukan kerja sama usaha dan teknologi informasi, dengan para perajin yang ada di luar negeri,” imbuh istri dari Bupati Gianyar, I Made Mahayastra ini.
Pada kesempatan kunjungan pertama ini, Tim Evaluasi WCC mengunjungi Cahaya Silver di Desa Celuk, SMIK 1 Sukawati, Kerajinan Tenun Putri Ayu Blahbatuh dan Museum Alon Desa Mas Ubud.
Sedangkan pada hari kedua Minggu (30/9), tim evaluasi mengunjungi Museum Neka  Ubud, Pasar Ubud, sebagai pusat perdagangan kerajinan dan Museum Blanko Ubud.
Baca Juga
Lihat juga...