Gianyar Terima Bantuan Sosial 2018 Rp44,9 Miliar

111
PKH - Dokumentasi CDN

GIANYAR – Walau Kabupaten Gianyar, Bali, bukan daerah kantong kemiskinan, pemerintah tetap menggelontorkan Bantuan Sosial (Bansos) ke daerah tersebut. Di 2018, telah diserahkan bansos sebesar Rp44,9 miliar, bagi keluarga kurang beruntung di daerah tersebut.

“Gianyar tahun ini menerima bantuan sosial sebesar Rp44.967.270.000, yang akan disalurkan kepada 10.989 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) dan Bantuan Pangan Beras Sejahtera 19.309 keluarga,” kata Kepala Dinas Sosial Pemkab Gianyar, I Made Watha, Minggu (16/9/2018).

Bansos sebesar Rp44,9 miliar itu terdiri dari Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Reguler sebesar Rp18.807.390.000, yang akan dibagi untuk 9.951 KPM. Bantuan Pangan Beras Sejahtera sebesar Rp23.170.800.000 bagi 19.309 keluarga, bantuan Sosial Disabilitas sebesar Rp188.000.000 bagi 94 Keluarga, bantuan Sosial Lanjut Usia sebesar Rp484.000.000 bagi 242 Keluarga.

Satu prestasi yang dicatat Gianyar adalah, keberadaan Ni Balik Sekar (40), yang mendapatkan piagam penghargaan dari pemerintah dalam program pengentasan kemiskinan. Perempuan berkulit sawo matang ini adalah KPM PKH, yang menyatakan keluar dari kepesertaan program pengentasan kemiskinan tersebut, karena telah mandiri secara ekonomi.

Ni Balik Sekar mengaku lega telah graduasi mandiri dari kepesertaan PKH sejak Februari 2018. Ibu dua anak yang tinggal di Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh ini menerima bansos sejak 2016. “Uang PKH dimanfaatkan untuk biaya sekolah anak saya yang kedua. Waktu itu dia masih SMA. Untuk modal usaha saya pinjam ke koperasi untuk beli dua mesin jahit. Berdua dengan anak saya, kami membuka pesanan kebaya,” jelasnya.

Sekar juga mengambil baju-baju dari usaha konvensi rumahan rekan-rekannya, untuk dijual ke berbagai toko dan pasar di Gianyar dan sekitarnya. “Sekarang saya lebih tenang karena usaha sudah berjalan baik dan sudah lepas dari penerima PKH,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.