Gianyar Ubah Pola Pikir OPD dalam Rancangan APBD

Editor: Koko Triarko

1.496
Plh. Bupati Gianyar, Ir. I Made Gede Wisnu Wijaya (tengah) di sela-sela acara Pengantar Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2018, di Gedung DPRD Kabupaten Gianyar, Senin (3/9/2018). –Foto: Sultan Ansori
GIANYAR — Perencanaan dan penganggaran APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2018, dirancang secara terintegrasi, sehingga pemanfaatan sumber daya yang tersedia dapat digunakan secara efektif dan efisien.
Hal ini disampaikan  Plh. Bupati Gianyar, Ir. I Made Gede Wisnu Wijaya, MM., saat  penyampaian Pengantar Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2018, di Gedung DPRD Kabupaten Gianyar, Senin (3/9/2018).
Menurut Wijaya, salah satu upaya yang dilakukan adalah tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terlebih dahulu menyusun program  yang menjadi kebutuhan utama untuk dianggarkan.
“Jika tahun sebelumnya anggaran terlebih dahulu digelontorkan, tapi tidak demikian untuk rancangan perubahan 2018. OPD terlebih
dahulu harus menyusun kegiatan yang tertuang  dalam SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) yang menjadi target, setelah itu baru kita anggarkan. Kami ingin mengubah pola pikir OPD,” kata Made Wisnu Wijaya.
Jika di dalam SAKIP  tidak ada target, kata Wisnu, maka tidak bisa dianggarkan. Ini yang dinasionalisasi, sehingga pengelolaan anggaran efektif dan efisien. Diharapkan, dengan rancangan ini perencanaan anggaran di bidang pembangunan bisa harmonisasi antara capaian kinerja dan sasaran program.
Dikatakan,  selama ini ada kecenderungan terjadi pengulangan atau copy paste kegiatan atau kebutuhan dari tahun ke tahun, sehingga terkesan mubazir.
“Harus dianalisis terlebih dahulu, misalnya berapa kebutuhan akan komputer satu OPD, sehingga  tidak setiap tahun membeli barang yang
sama,” imbuh Wisnu Wijaya.
Menurutnya lagi, dalam Ranperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2018, Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp2,044 triliun lebih, terdiri dari  PAD sebesar Rp802,460 miliar lebih. Sedangkan dana perimbangan sebesar Rp940,913 miliar lebih dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp300,882 miliar lebih. Pendapatan daerah yang bersumber dari PAD dalam perubahan APBD tahun anggaran 2018 direncanakan mencapai sebesar Rp802,460 miliar lebih.
“Ini berarti mengalami peningkatan sebesar Rp106,673 miliar lebih atau 15,33 persen dibandingkan PAD pada tahun berjalan sebesar Rp.695,786 miliar lebih. Sedangkan dana perimbangan dalam perubahan APBD tahun anggaran 2018, direncanakan mencapai sebesar Rp940,913 miliar lebih, berarti mengalami penurunan sebesar Rp58,478 juta lebih dibandingkan dengan anggaran tahun berjalan sebesar 940,972 miliar lebih. Penurunan ini terjadi pada Penerimaan Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak,” pungkas Wisnu Wijaya.
Dalam kesempatan itu, juga disampaikan Belanja Daerah dalam Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2018, direncanakan berjumlah Rp2,143 triliun lebih, terdiri dari Belanja Tidak Langsung sebesar Rp1,279 triliun lebih dan Belanja Langsung  sebesar Rp864,311 miliar lebih.
Baca Juga
Lihat juga...