Gizi Seimbang untuk Mencegah Stunting

Editor: Mahadeva WS

185
Dokter spesialis anak dan konsultan infeksi, dr. Irene Ratridewi, SpAK - Foto Agus Nurchaliq

MALANG – Saat ini, yang menjadi salah satu fokus pemerintah di bidang kesehatan adalah pencegahan stunting. Hal tersebut dikarenakan, masih tingginya angka stunting pada anak-anak di Indonesia.

Dokter spesialis anak dan konsultan infeksi, dr. Irene Ratridewi, SpAK menjelaskan, stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak, yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek atau kerdil dari pertumbuhan standar di usianya. “Penyebab stunting bisa bermacam-macam, tapi sebagian besar memang disebabkan oleh gizi yang tidak seimbang atau kurangnya asupan gizi. Sedangkan sisanya disebabkan karena faktor hormonal,” jelasnya, Jumat (14/9/2018).

Penyebab lainnya adalah, anak terkena penyakit berat dan kronis, yang mengakibatkan terjadinya stunting. Terkadang ada anak yang tidak tinggi, tetapi bulat. Kondisi seperti ini kemungkinan besar disebabkan karena anak tersebut terlalu banyak karbo atau lemak, serta kurang melakukan aktifitas fisik. “Aktivitas fisik sebenarnya sangat penting bagi seseorang, khususnya anak-anak. Karena aktivitas fisik yang dilakukan seorang anak mampu merangsang pertumbuhan tulang dan ototnya,” terangnya.

Untuk itu, diperlukan penanganan yang tepat, dalam upaya mencegah terjadinya stunting. Setidaknya, terdapat dua hal yang harus diperhatikan dalam upaya tersebut, perbaikan terhadap pola makan, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih.

Pola makan, erat kaitannya dengan kandungan gizi seimbang. Perlu mengkonsumsi dalam satu porsi makan, yang terdiri dari setengah porsi berisi sayuran dan buah, dan setengahnya lagi diisi dengan sumber protein nabati maupun hewani. Porsi kedua jenis makanan tersebut, lebih banyak daripada karbohidrat.

“Gizi yang seimbang yaitu, jenis makanannya tepat, jumlahnya tepat dan jadwalnya tepat, serta diimbangi dengan olahraga. Kemudian ada pola hidup bersih, seperti membiasakan mencuci tangan, untuk mengurangi resiko ancaman penyakit infeksi. Jadi rumahnya harus bersih, perilaku orang tuanya juga harus bisa di tiru oleh anaknya.  Kalau orangtuanya tidak mencontohkan cuci tangan, tidak mungkin anaknya akan cuci tangan,” tuturnya.

Jika sudah diketahui stunting, lebih baik anak tersebut langsung dibawa ke pusat pelayanan kesehatan yang memiliki dokter yang kompeten, untuk menangani stunting agar bisa dicari penyebab stuntingnya apa.

Baca Juga
Lihat juga...