Gubernur Inginkan Jakarta Setiap Hari Ramah Anak

Editor: Koko Triarko

1.511
Gubernur DKI, Anies Baswedan, –Foto: Lina Fitria
JAKARTA – Gubernur DKI, Anies Baswedan, menginginkan Jakarta setiap hari bisa menjadi hari anak, yakni dapat memberikan suasana ramah kepada anak. Karena itu, dia tidak setuju dengan adanya program ramah anak.
“Saya tidak setuju kalau ada program ramah anak, itu aneh. Kalau sekolah, iya harus ramah anak,” kata Anies, di Dufan, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (6/9/2018).
Menurutnya, dalam peringatan HAN ini, Jakarta setiap hari bisa menjadi hari anak, yakni dapat memberikan suasana ramah anak. Karena itu, dia tidak setuju dengan adanya program ramah anak.
Anies juga tidak setuju, bila ada program sekolah, aman. Sebab, sudah seharusnya sekolah iu menjadi tempat yang ramah bagi setiap anak.
“Saya tidak setuju ada program sekolah aman, sekolah ramah anak, itu aneh. Kalau sekolah, ya harus aman, ya harus ramah anak. Jadi, semuanya kita ingin agar kota kita Jakarta jadi kota yang ramah anak, yang bisa buat tumbuh bahagia,” tutur Anies.
Orang nomor satu di DKI ini menegaskan, perlu mempersiapkan secara serius kota Jakarta yang layak dan ramah anak, agar menumbuhkan sosok pemimpin yang bertanggung jawab di masa depan.
“Kita ingin jadikan Jakarta sebagai kota yang ramah anak, yang membuat anak tumbuh bahagia. Duapuluh tujuh tahun lagi pada 2045, Indonesia akan merayakan 100 tahun. Pada saat itu, yang nanti mimpin acara ini, anak-anak kita semuanya di sini. Mereka adalah wajah masa depan kita. Jadi, bila kita hari ini mempersiapkan serius Jakarta sebagai kota Layak Anak, kita akan merasakan menjadi masyarakat damai, di mana anak-anaknya tumbuh menjadi orang yang bertanggung jawab,” paparnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Paul Tehusijarana, menjelaskan, melalui kegiatan HAN ini, diharapkan dapat memenuhi salah satu hak anak, yaitu hak berkreasi.
Hal itu sejalan dengan misi Ancol untuk dapat senantiasa menciptakan lingkungan kehidupan sosial lebih baik melalui sajian hiburan berkualitas yang berunsur seni, budaya, dan pengetahuan dalam rangka mewujudkan komunitas pembaharuan kehidupan masyarakat yang menjadi kebanggaan bangsa.
“Kami sediakan wahana Dufan kepada anak-anak peserta Hari Anak Nasional untuk menambah keceriaan dan kegembiraan. Dan, hampir setiap tahun kawasan Dufan Ancol dipilih sebagai tempat puncak acara peringatan tersebut, dan hal ini merupakan kesempatan yang baik bagi kami untuk dapat melengkapi kegembiraan anak-anak tersebut”, jelas Dirut, Paul.
Hari Anak Nasional tingkat Provinsi DKI kali ini bertema “Aku Anak Jakarta, Pintar, Bahagia, dan Sejahtera” dan “Anak Indonesia GENIUS” (Gesit, Empati, Berani, Unggul dan Sehat). Acara ini terselenggara atas kerja sama Pemerintah Provinsi DKI, melalui Dinas Sosial Provinsi DKI, Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Ada pun bantuan yang diberikan kepada anak-anak di acara ini adalah penyerahan Tabungan Sosial Anak (TASA) sejumlah Rp1 juta masing-masing untuk 1.119 anak. Masing-masing anak juga diberikan sepatu, jaket, tas sekolah, buku tulis, serta seragam kaos.
Acara ini turut dimeriahkan dengan penampilan Tari Lenggang Nyai, Tari Zapin Melayu dari Jakarta Selatan, Marawis Majelis Dzikir Raudlatul Istighfar dari Jakarta Selatan, serta Pantomim dari Jakarta Timur.
Hadir dalam kesempatan ini, sekitar 700 orang dari seluruh wilayah Jakarta, yang terdiri dari pengasuh serta anak-anak dari beragam panti asuhan, yaitu Panti Sosial dan Asuhan Anak (PSAA) Al-Khairiyah, PSAA Al-Abror, PSAA Yusali, Yayasan Akur Kurnia, dan PSAA Sih Pakarti.
Baca Juga
Lihat juga...