Gubernur Kaltara Perintahkan Rakor Atasi Kelangkaan BBM dan Gas 3 Kg

1.286
Ilustrasi -Dok: CDN
TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie, menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG (liquified petroleum gas) tabung 3 kilogram di Bulungan, dalam beberapa bulan terakhir.
“Saya sudah perintahkan segera rapat koordinasi dengan melibatkan pihak-pihak terkait, untuk mengatasi kelangkaan BBM dan LPG 3 kg,” kata Irianto Lambrie, di Tanjung Selor, Rabu (12/9/2018).
Sejumlah instansi terkait yang diperintahkan segera rapat koordinasi antara lain, Elnusa (anak usaha Pertamina selaku pihak yang mendistribusikan BBM), para pengusaha penyalur BBM/LPG, penegak hukum, serta pemerintah kabupaten dan kota di Kaltara.
Dia mengatakan, kelangkaan BBM dan LPG sebenarnya masalah klasik (sudah lama dan berulang-ulang), sehingga Gubernur menerbitkan Surat Edaran Nomor 500/40/B.Eko/GUB tentang Pengawasan Distribusi BBM dan LPG Tabung 3 Kilogram.
Surat edaran tertanggal 11 Januari 2018 yang ditujukan kepada seluruh kepala daerah di Kaltara untuk membentuk tim pengawasan, pengendalian dan evaluasi distribusi BBM dan LPG 3 kg. Namun, hanya beberapa saat normal setelah itu kembali terjadi kelangkaan.
Terkait hal itu, Gubernur memerintahkan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara, melakukan inspeksi ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Laporan Dinas ESDM Kaltara menyebutkan ada tiga kesimpulan penyebab kelangkaan. Pertama, kurang atau tidak lancarnya pendistribusian BBM dari Pertamina ke SPBU.
Kedua, karena terlalu banyaknya oknum masyarakat yang menjadi pengetap (mengisi berulang-ulang). Ketiga, kurang tegasnya pengelola SPBU terhadap pembeli BBM.
“Sehingga saya perintahkan segera lakukan rapat koordinasi,” tegasnya. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...