hut

Gubernur NTT Prioritaskan Pertanian dalam 100 Hari Kerja

Lahan pertanian, ilustrasi -Dok: CDN
KUPANG – Pengamat pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Leta Rafel, menilai kebijakan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memberikan perhatian serius terhadap produksi pertanian di daerah itu sebagai hal yang positif.
“Memberikan perhatian terhadap produksi pertanian dalam 100 hari kerja pertama, saya pikir hal yang positif, sebab kalau tidak demikian, maka para petani di desa-desa bisa mengalami kelaparan,” kata Leta Rafael, di Kupang, Kamis (13/9/2018).
Viktor Bungtilu Laiskodat setelah dilantik menjadi Gubernur NTT oleh Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta, Rabu (5/9), mengatakan akan memberi prioritas pada produksi hasil pertanian sebagai komoditas unggulan NTT, dalam 100 hari masa pemerintahannya.
Menurut dia, kebijakan Pemerintah NTT itu sebagai hal yang positif, dan perlu didukung oleh semua elemen masyarakat daerah itu, karena berdasarkan kondisi iklim dan kondisi petani saat ini sepertinya agak sulit.
Apalagi, kata dia, pemerintah hanya berharap agar para petani mampu meningkatkan produksi pertanian, tanpa ada dukungan yang diberikan oleh pemerintahan.
Dia mengatakan, ketersediaan air adalah faktor pembatas utama dalam sistem pertanian di Indonesia, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kondisi ini diperparah oleh iklim daerah ini yang kering, dan musim hujan yang hanya berlangsung empat bulan dari setahun.
“Kondisi ini tentu berpengaruh secara langsung kepada motivasi petani untuk menanam, sehingga kebijakan 100 hari untuk memberikan perhatian terhadap produksi pertanian amatlah tepat,” katanya.
Dia menambahkan, langkah pertama yang perlu dilakukan pemerintah adalah memantau semua wilayah di provinsi berbasis kepulauan it,  untuk mengetahui daerah-daerah mana yang rawan gagal panen atau gagal tanam dan mana yang dianggap aman.
“Menurut saya, langkah pertama adalah pantau semua daerah di NTT untuk mengetahui daerah mana yang rawan gagal panen atau gagal tanam (untuk musim tanam berikut) dan mana yang dianggap aman. Pemetaan ini untuk pengambilan kebijakan yang lebih tepat,” katanya. (Ant)
Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!