Gubernur Proyeksikan Investasi di DKI Capai Rp93 Triliun

Editor: Koko Triarko

1.532
JAKARTA – Gubernur DKI, Anies Baswedan, menargetkan investasi di Jakarta pada tahun ini sebesar Rp93 triliun. Ia mengaku optimis, target tersebut dapat tercapai.
“Di Jakarta, target investasi kita untuk lima tahun ke depan ini sudah kita proyeksikan. Tahun ini kita berharap Rp93 triliun,” kata Anies, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (5/9/2018).
Orang nomor satu di Ibu Kota Jakarta ini memprediksi, pada 2022 nilai investasi Jakarta mencapai Rp124 triliun. Anies mengharapkan, angkanya meningkat 6,5 persen per tahun.
Menurutnya, selama ini ada beberapa tantangan yang berpotensi mengancam dunia usaha. Namun, hal itu dapat dicegah dan ditanggulangi dengan tepat dan cepat.
“Tapi, ada tantangan di Jakarta yang unik. Di antaranya korupsi, pungli, pemalsuan dokumen, potensi kecurangan dalam kegiatan usaha, aksi premanisme,” katanya.
Guna mencapai target tersebut, Anies mengatakan perlu adanya kepastian hukum dan stabilitas keamanan, agar investor nyaman berinvestasi di DKI.
Anies juga berharap, Jakarta bisa menjadi tempat percontohan, khususnya dalam hal investasi bagi provinsi-provinsi lainnya.
“Kita menginginkan ibu kota menjadi percontohan. Bila di ibu kota bermasalah, apalagi tempat yang jauh dari ibu kota. Tapi, bila di ibu kota tidak bermasalah, maka kita bisa menghidupkan harapan di tempat lain, karena di ibu kota tidak terjadi masalah,” tuturnya.
Untuk itu, Pemprov DKI meminta investor untuk menggunakan sistem layanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP), agar tidak dikenakan pungli.
“Insyaallah, Pemprov akan membantu lewat PTSP, untuk kita secara serius menindaklanjuti semua yang menjadi anjuran dan kesimpulan dari kerja bersama antara BKPM dengan Kepolisian Republik Indonesia,” tutur Anies.
Mantan Menteri Pendidikan ini mengapresiasi sosialisasi yang dilakukan BKPM. Menurutnya, hal itu akan mengirimkan pesan positif.
Sementara, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM), Thomas Lembong, juga berharap, investasi di wilayah DKI, khususnya di sektor ekonomi digital dapat tumbuh pesat dan menjadi daya tarik dunia internasional.
“DKI ini menghasilkan 20 persen dari total ekonomi atau GDP dari Indonesia, seperlima dari ekonomi Indonesia itu adanya di DKI, kalau kita ngomong ekonomi digital dan sektor e-commerce, 95 persen dari arus modal dan investasi ke e-commerce dan digital masuknya ke Jakarta, jadi peranan Jakarta sangat besar, sangat kritis bagi kelangsungan investasi ini,” ujar Tom.
Tom mengakui, kondisi perekonomian global sedang tidak menentu akibat perang dagang yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Dia melihat, investasi harus menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi.
Sebagai informasi, realisasi investasi di DKI Jakarta sampai dengan triwulan II 2018 (Januari-Juni) sebesar Rp58,7 triliun. Total realisasi investasi nasional untuk periode tersebut sebesar Rp361,6 triliun, dengan realisasi investasi (PMDN dan PMA) berdasarkan lokasi proyek (lima besar) adalah Jawa Barat Rp59,2 triliun (16,4 persen), DKI Jakarta Rp58,7 triliun (16,2 persen), Banten Rp30,0 triliun (8,3 persen), Jawa Tengah Rp27,6 triliun (7,6 persen), dan Jawa Timur Rp24,6 triliun (6,8 persen).
Baca Juga
Lihat juga...