Gunung Tambora Layak Jadi Cagar Biosfer

Editor: Satmoko Budi Santoso

174

MATARAM – Bagi sebagian besar wisatawan yang datang ke Provinsi Nusa Tenggara Barat, umumnya hanya mengenal Gunung Rinjani sebagai tujuan melakukan pendakian.

Padahal selain Rinjani, NTB juga memiliki kawasan Gunung Tambora Pulau Sumbawa yang pesona dan eksotismenya tidak kalah. Bahkan meletusnya Gunung Tambora telah menjadi legenda yang mendunia.

“Dengan potensi yang dimiliki, Tambora sangat layak dan potensial diusulkan sebagai cagar biosfer,” kata Asisten Deputi Pemberdayaan Kawasan Strategis dan Khusus, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Wijanarko Setiawan, di Mataram, Kamis (27/9/2018).

Ia mengatakan, hal paling mendasar dalam upaya mewujudkan Tambora menjadi cagar biosfer adalah dalam rangka membantu dan mendorong perwujudan kesejahteraan masyarakat, dengan seluruh potensi yang dimiliki.

Ke depan, pihaknya akan terus memperjuangkan sehingga ada label biosfer bagi pengembangan kawasan Tambora. Supaya Tambora nantinya bisa semakin dikenal dan semakin banyak dikunjungi wisatawan.

Gubernur NTB, Zulkiflimansyah, mengungkapkan, pengembangan kawasan Tambora sebagai cagar biosfer sangatlah menarik, pesona tambora sungguh luar biasa tetapi miris pengelolaannya.

Sarana prasarana memadai belum tersedia, area luas namun juga belum bisa termanfaatkan dengan baik. Beberapa hal lain juga belum mendukung, itu di antaranya yang menjadi fokus perhatian yang harus dikedepankan.

“Saya sangat optimis kalau pengelolaan Tambora bisa dilakukan secara serius, dalam waktu yang tidak terlalu lama, Tambora bisa menyusul Rinjani, menjadi kebanggaan dunia,” ucapnya.

Selain pengembangan dan pengelolaan potensi kekayaan alam yang dimiliki, Tambora harus juga bisa memberikan kemanfaatan secara ekonomi bagi masyarakat, terutama masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

Baca Juga
Lihat juga...