Harga Bawang Putih dan Kedelai Impor, Naik

Editor: Koko Triarko

236
YOGYAKARTA — Melemahnya nilai tukar Rupiah hingga menyentuh angka Rp15 ribu per Dolar AS, berdampak pada kenaikan harga komoditas pangan, khususnya produk impor. 
Berdasarkan pantauan di pasar tradisional Yogyakarta, harga sejumlah komoditas pangan impor diketahui naik sejak beberapa waktu terakhir. Salah satunya, bawang putih.
Salah seorang pedagang, Yani, menyebut harga bawang putih impor mengalami kenaikan harga secara bertahap sejak beberapa hari terakhir.
Harga bawang putih yang sebelumnya berkisar antara Rp18-20 ribu per kilogram, kini sudah berada di kisaran Rp26 ribu per kilogram.
“Bawang putih, baik cincau maupun cutting, naik. Dari sebelumnya hanya sekitar Rp20 ribu per kilo jadi Rp26 ribu per kilo. Sejak seminggu terakhir. Ya, karena pengaruh dolar naik,” katanya, Jumat (7/9/2018).
Seorang pedagang tempe pasar tradisional Beringharjo Yogyakarta, Sri Wahyuni. –Foto: Jatmika H Kusmargana
Meski begitu, naiknya harga bawang putih justru terbalik dengan bawang merah yang justru mengalami penurunan, dari Rp17 ribu menjadi Rp13 ribu per kilogram. Begitu juga untuk bawang bombai yang turun dari Rp24 ribu menjadi Rp17 ribu per kilogram.
Selain bawang putih, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas kedelai impor. Harga kedelai impor saat ini terpantau di angka Rp9.000 per kilogram, naik dari sebelumnya yang berada di kisaran Rp8.000.
“Karena harga kedelai, naik, maka takaran berat tempe dari pabrik sekarang berkurang. Biasanya satu kotak tempe seharga Rp5.000 beratnya 0,5 kilogram. Tapi sekarang kalau ditimbang hanya 0,4 kilogram,” ujar pedagang tempe, Sri Wahyuni.
Tak hanya berdampak langsung pada komoditas impor, kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah juga memicu kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Harga beras saat ini tercatat juga naik, rata-rata Rp500, per kilogramnya.
Begitu juga dengan harga komoditas ayam potong, yang naik dari Rp33.000 per kilogram menjadi Rp34.000 per kilogram. Sementara sejumlah komoditas pangan lainnya, seperti daging, telur, gula hingga minyak goreng cenderung stabil.
Penurunan justru terjadi pada harga komoditas sayuran lokal yang saat ini tengah memasuki masa panen raya.
Baca Juga
Dekranasda DIY Dorong Perajin Batik Gunakan Pewarn... BANTUL --- Dewan Kerajinan Nasional Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong para perajin batik di seluruh kabupaten/kota provinsi ini menggunakan ...
BBKB Dorong Pertumbuhan Industri Kerajinan dan Bat... YOGYAKARTA --- Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta memiliki kontribusi terhadap pertumbuhan industri kerajinan dan batik melalui layanan...
Dekranasda DIY Dorong Perajin Batik Gunakan Pewarn... BANTUL - Dewan Kerajinan Nasional Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong para perajin batik di seluruh kabupaten/kota provinsi ini menggunakan pe...
Usaha Kerajinan Tas, Tumpuan Ekonomi Warga Tanjung... YOGYAKARTA - Berkembangnya industri kerajinan tas bahan alam di Desa Tanjungharjo Nanggulan Kulon Progo mampu membuka ratusan lapangan pekerjaan baru ...
Perajin Tas Berbahan Alami di Nanggulan Kesulitan ... YOGYAKARTA - Semakin menipisnya ketersediaan bahan baku enceng gondok, daun pandan serta daun gebang di alam, membuat para perajin tas bahan alam di k...
Minim Risiko Gagal Panen, Petani Pilih Tanam Kangk... YOGYAKARTA - Meski memiliki keuntungan relatif kecil, para petani tetap memilih menanam sayuran jenis kangkung darat atau kangkung cabut, karena memil...
Desa Wisata Dorong Pengembangan UMKM di Indonesia YOGYAKARTA --- Pengamat ekonomi Cyrillus Harinowo Hadiwerdoyo menilai bahwa desa wisata dapat menjadi salah satu tumpuan bagi pemerintah untuk mendoro...