Harga Cabai di Ambon, Turun Akibat Stok Melimpah

126
Ilustrasi -Dok: CDN
AMBON – Harga cabai rawit yang dijual di pasar tradisional Kota Ambon, terus bergerak turun hingga mencapai Rp30.000/Kg.
Hasil pantauan di lokasi pasar Mardika dan Batu merah, Selasa, para pedagang mematok harga cabai rawit Rp30.000 atau turun dari sebelumnya Rp40.000/Kg, sedangkan cabai keriting turun dari Rp50.000 menjadi Rp30.000/Kg.
“Harga cabai dalam waktu dua hari belakangan ini, turun tajam akibat stok cukup banyak, arus pasok dari sentra produksi, seperti dari Pulau Buru dan Seram, cukup lancar,” kata Umar, pedagang pasar Mardika, Selasa (25/9/2018).
Yang lebih parah lagi, lanjutnya, harga buah tomat turun mencapai Rp8.000/Kg, dari sebelumnya Rp12.000. “Kalau bawang merah maupun bawang putih, harga masih bertahan hingga kini dan sudah berlangsung sejak pertengahan Agustus 2018,” katanya.
Dia mengatakan, para pedagang menawarkan harga bawang merah maupun bawang putih mencapai Rp26.000/Kg, memang ada juga pedagang yang mau mencari sedikit keuntungan dengan menjual di atas harga rata-rata Rp28.000/Kg, sedangkan harga eceran masih tetap Rp5.000/bungkus.
Rommy, agen pemasok sekaligus bertindak selaku pedagang yang dikonfirmasi di lokasi jualannya di kawasan pasar Mardika, mengakui kalau harga bawang di pasar Kota Ambon masih tetap normal, walaupun masih ada pedagang yang menjual dengan harga Rp27.000 hingga Rp28.000/Kg, guna mencari sedikit keuntungan.
“Bawang yang saya pasok dari Surabaya sekarang ini, selain menjual sendiri saya juga menjual kepada pedagang yang lain dengan harga mencapai Rp21.000/Kg, dengan harapan mereka juga mau menjual dengan harga Rp26.000/Kg, baik putih maupun merah,” ujarnya.
Memang, lanjutnya, sekarang ini stok bawang cukup banyak, sebab memang persediaan di sentra produksi, terutama di Surabaya juga banyak.
Dia menambahkan, terjadi perbedaan harga itu hanya pada beberapa orang pedagang saja, sebab ada juga pedagang yang beralasan stok lama.
“Situasi seperti ini sama dengan stok cabai rawit maupun cabai keriting panjang, yang harganya memang terus bergerak turun akibat dari stok cukup banyak, terutama yang dipasok dari desa-desa baik di Pulau Ambon, Seram dan Buru,” katanya. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...