Harga Tembakau Basah di Lombok, Tinggi

Editor: Koko Triarko

1.669
LOMBOK – Luasan lahan tanam tanaman tembakau yang terbatas, membuat  harga tembakau cukup mahal hingga tembus ratusan ribu per kwintal, dibandingkan musim tanam tahun lalu.
“Cukup mahal harga tembakau basah musim tanam tahun ini, mencapai Rp300.000 per kwintal” kata Hamidah, petani tembakau di Lombok, Senin (3/9/2018).
Persediaan tembakau dengan luasan lahan terbatas, menjadi penyebab utama harga tembakau basah di tingkat petani mahal. Antara permintaan dan ketersediaan daun tembakau tidak sebanding.
Akibatnya, banyak di antara petani omprongan berlomba berburu membeli tembakau basah milik petani, baik dengan turun langsung maupun melalui pihak ketiga atau pengepul di lapangan.
“Gudang omprongan dalam sekali proses omprongan bisa menampung tiga sampai empat ton daun tembakau basah, maka wajar banyak membutuhkan tembakau basah milik petani untuk diomprong”, katanya.
Pengakuan sama juga diungkapkan Jamuhur, petani asal Praya Barat, Lombok Tengah, yang mengatakan, harga tembakau mahal, karena persediaan terbatas dan banyak petani yang tidak bisa menanam, karena keterbatasan persediaan air diawal masa tanam.
Kalau pun sebagian petani bisa menanam, katanya, luasan lahan tanam lebih sedikit, banyak lahan sawahnya yang akhirnya menganggur, dan tidak bisa ditanami akibat tidak ada air.
“Kalau petani yang bisa tanam tahun ini, enak. Apalagi yang bisa menanam dengan lahan luas, bisa mendapatkan untung besar, tapi bagi yang tidak bisa menanam karena terkendala air, hanya bisa gigit jari pada musim panen tembakau kali ini”, ungkapnya.
Baca Juga
Lihat juga...