Hari Aksara Internasional, Motor Pustaka Gelar Ragam Acara

Editor: Satmoko Budi Santoso

193

LAMPUNG – Hari Aksara Internasional (HAI) atau hari literasi internasional diperingati oleh pegiat literasi Motor Pustaka, Sugeng Hariyono, dengan berbagai kegiatan.

Ia menyebut, kegiatan HAI yang diperingati setiap tanggal 8 September dilakukan dengan mengikuti tema HAI tahun ini yang ditetapkan oleh UNESCO adalah “Literacy and Skills Development”.

Ia menyebut, mengikuti tema yang ditetapkan secara nasional pada Hari Aksara Internasional yakni “Mengembangkan Keterampilan Literasi yang Berbudaya”.

Rangkaian kegiatan puncak HAI pada Sabtu (8/9) pertama kali dilakukan di SDN 1 Kelaten Kecamatan Penengahan Lampung Selatan. Kegiatan HAI tersebut disatukan dengan kegiatan latihan Pramuka yang rutin dilakukan oleh sekolah dari tingkat Siaga hingga Penggalang.

Kegiatan yang digelar berupa lomba menulis puisi yang ditulis dalam kertas origami warna warni.

Sugeng Hariyono, pegiat literasi Motor Pustaka membagikan pulpen dan kertas origami untuk menulis puisi bagi siswa SDN 1 Kelaten [Foto: Henk Widi]
“Peringatan Hari Aksara Internasional oleh pegiat literasi dilakukan dengan melakukan kegiatan bersama siswa sekolah dan di kampung literasi dengan menggelar Motor Pustaka Gemilang 2018,” terang Sugeng Hariyono, selaku pegiat literasi Motor Pustaka saat ditemui Cendana News di SDN 1 Kelaten, Kecamatan Penengahan, Sabtu (8/9/2018).

Sugeng Hariyono menyebut, peringatan Hari Aksara Internasional dengan tujuan melihat jenis keterampilan keaksaraan yang dibutuhkan masyarakat dalam mengeksplorasi kebijakan keaksaraan yang efektif.

Puisi akan menjadi salah satu cara untuk mengajarkan anak usia dini mencintai aksara. Berbagai tema puisi yang ditulis saat pelaksanaan latihan Pramuka SDN 1 Kelaten meliputi tema lingkungan, ibu, ayah dan berkaitan dengan buku.

Upaya untuk memunculkan kreativitas bagi para siswa disebut Sugeng Hariyono dalam bentuk puisi dilakukan agar siswa bisa menuangkan ide dan gagasan. Kegiatan menulis puisi bertepatan dengan latihan pramuka sekaligus untuk memberi suasana baru dalam latihan pramuka.

Secara khusus bentuk mengisi Hari Aksara Internasional diakui Sugeng dengan memberi kesempatan siswa sekolah untuk mencintai buku dan menulis.

“Saya juga membawa motor perpustakaan keliling dan Cetul Pustaka agar anak-anak bisa membaca buku bacaan bergambar di sela-sela latihan Pramuka,” beber Sugeng Hariyono.

Tri Ratna Herawati, selaku guru kelas 6 SDN 1 Kelaten menyebut, total sebanyak 59 siswa dari kelas 4, 5, 6 yang merupakan anggota pramuka Penggalang dilibatkan pada peringatan HAI.

Sementara, puluhan siswa lain dari kelas 1, 2, 3 yang merupakan anggota pramuka Siaga. Pada kegiatan rutin latihan pramuka di SDN 1 Kelaten dilakukan kegiatan peraturan baris berbaris, dasar-dasar pramuka sesuai dengan syarat kecakapan umum (SKU) Pramuka.

Ia menyebut, saat Hari Aksara Internasional, bekerjasama dengan pegiat literasi Motor Pustaka menggelar kegiatan cipta puisi. Selain kegiatan cipta puisi, ia menyebut, kedatangan Motor Pustaka juga memberikan pulpen yang bisa dipergunakan untuk kegiatan belajar siswa.

Sebanyak 59 puisi yang terkumpul selanjutnya dilakukan penilaian dan diberi hadiah berupa buku. Buku dan pulpen menjadi sarana untuk mencintai dunia literasi terutama menulis dan membaca.

“Saya juga berharap dari beberapa siswa ada yang memiliki hobi menulis dengan kualitas tulisan yang bagus,” beber Tri Ratna Herawati.

Tri Ratna Herawati selaku guru kelas VI dan pembimbing pramuka menerangkan terkait Hari Aksara Internasional kepada siswa SDN 1 Kelaten [Foto: Henk Widi]
Peringatan HAI yang disatukan dengan kegiatan pramuka tersebut, diakui Tri Ratna Herawati, memberi suasana baru bagi siswa. Kegiatan yang dilakukan sebagai ekstrakurikuler sekolah di SDN 1 Kelaten disebutnya semakin rutin dilakukan.

Sebab kegiatan ekstrakurikuler semakin digiatkan semenjak sejumlah sekolah di wilayah tersebut menerapkan sekolah lima hari. Meski belum menerapkan sistem sekolah lima hari, pelaksanaan kegiatan Pramuka menjadi kegiatan wajib untuk membina karakter para siswa.

Edi Setiawan, salah satu siswa yang terpilih sebagai penulis puisi terbaik mengaku, menulis puisi seperti membuat judul buku. Pemilihan judul buku sesuai dengan kegemarannya dalam membaca buku.

Melalui puisinya ia menuangkan gagasan bahwa buku menjadi cara untuk menambah ilmu. Melalui buku berbagai pengalaman baru bisa diperoleh dan menganggap buku memiliki jasa yang penting baginya sebagai pelajar.

Sugeng Hariyono dengan Motor Pustaka selain menggandeng SDN 1 Kelaten melakukan kegiatan menulis puisi, baca puisi, mewarnai, juga ada penobatan Duta Motor Pustaka pada acara Motor Pustaka Gemilang 2018.

Ia bahkan menyiapkan kegiatan jemuran puisi dengan cara menggantungkan puisi seperti jemuran yang bisa dibaca oleh orang lain. Melalui kegiatan di Kampung Literasi tersebut Motor Pustaka bahkan sudah menyediakan piagam penghargaan dalam rangka Hari Aksara Internasional.

Lihat juga...