Harmoni Nusantara Menggema di TMII

Editor: Makmun Hidayat

469

JAKARTA — Gerak gemulai penari dengan tampilan busana daerah nan gemerlap terbalut ragam tarian tradisi dalam rangkaian ‘Harmoni Nusantara’ yang disuguhkan Bina Seni Atmaja Pelangi Nusantara Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Harmoni Nusantara tampil mewah dalam Mozaik Budaya di Candi Bentar TMII, Jakarta, Sabtu (15/9/2018) malam, membius ratusan penonton. Salah satunya, Amara Linda. Dia bersama anaknya sengaja datang ke TMII untuk menonton Mozaik Budaya.

“Saya bangga ya, Indonesia itu kaya budaya, seperti yang ditampilkan malam ini dalam Harmoni Nusantara. Ini paduan tari, puisi dan musik daerah yang mempesona,” ujar warga Bekasi ini kepada Cendana News.

Ketua Diklat Bina Seni Atmaja Pelangi Nusantara TMII, Trimawarsanti, menjelaskan, gerak tari bertajuk Harmoni Nusantara, bermakna Indonesia terbentang dari Sabang hingga Merauke, negeri yang kaya nan megah. Indonesia adalah negeri yang cantik terangkai indah dalam keragaman suku, adat istiadat, bahasa, alam dan rupa menyatu dalam semangat gotong royong. Harmoni budaya ini menghentak sanubari untuk selalu bangga dan mencintai Indonesia.

“Tarian ini menggambarkan Indonesia harum mewangi hingga negeri sebrang, keelokan ragam budaya membius mata setiap orang. Perbedaan menjadi nada dalam lagu dan terdengar merdu bagaikan Harmoni Nusantara,” ujar Santi demikian sapaannya kepada Cendana News usai acara.

Harmoni Nusantara dibuat dalam lima zona Indonesia, yaitu zona Jawa-Bali, Sumatera, Sulawesi, Indonesia Timur, dan Kalimantan. Lima zona ini adalah gambaran kemegahan dan keragaman seni budaya bangsa.

Ketua Diklat Bina Seni Atmaja Pelangi Nusantara TMII, Trimawarsanti (baju hijau) dengan para penari Harmoni Nusatara pada Mozaik Budaya di Candi Bentar TMII, Jakarta, Sabtu (15/9/2018) malam – Foto: Sri Sugiarti

Selain tari, ada puisi dan lagu menjadi satu yang harmoni. Endingnya Harmoni Nusantara ini adalah penari dengan busana garuda yang bermakna sebagai perekat persatuan dan kesatuan Indonesia.

“Lima zona Indonesia itu gambaran dari lima sila Pancasila. Penari berbusana garuda dengan gerak lincahnya sebagai perekat persatuan dan kesatuan Indonesia,” jelas Santi yang menjabat Kepala Bagian Produksi dan Kreatif Program Bidang Budaya TMII, ini.

Kegiatan ini sebut dia, adalah bentuk pertanggungjawaban dari diklat Bina Seni Atmaja Pelagi Nusantara kepada TMII, yang selama setahun berlatih dan membina para siswa berkesenian, maka harus ditunjukkan kepada penonton.

Dengan tampilan Harmoni Nusantara ini, Santi berharap kedepan orangtua yang menonton gelaran seni tidak ragu lagi untuk memberikan dukungan semangat kepada anaknya belajar dan mengenal budaya Indonesia. Karena budaya itu menurutnya, harus diperkenalkan sejak dini kepada anak.

“Keberhasilan anak-anak tampil malam ini adalah bukti dukungan dari orangtua,” ujarnya.

Santi juga berharap generasi milinial harus bangga terhadap seni budaya Indonesia. Karena menurutnya, budaya Indonesia tidak kalah dengan masuknya budaya asing ke negeri ini.

Baca Juga
Lihat juga...