Haul Ke-11 Pak Harto, Kiai Shofwan Kenang Sosok Bapak Pembangunan

Editor: Mahadeva WS

336

JAKARTA – Ketua Dewan Pembina Yayasan Islam Al Muhadjirin, Kiai Shofwan Manshur menyebut, sosok Presiden Soeharto, adalah pemimpin yang sangat merakyat semasa memimpin Indonesia. 

“Saya kenal pak Harto sejak 1980-an. Saya dulu sempat tinggal di Komplek Sekneg (Sekretariat Negara), Kawasan Cempaka Putih. Kalau ada acara di rumah Cendana saya selalu ada, untuk membacakan doa di sana. Pak Harto itu merakyat mau makan bareng sama siapa saja, sama rakyatnya pun Dia mau,” ucap Shofwan kepada Cendana News di  Komplek Sekneg, Masjid Al Muhadjirin, Pinang, Tangerang, Kamis (27/9/2018).

Selain itu, sosok Pak Harto disebutnya sebagai sosok yang sangat karismatik dan tegas. Dalam memimpin bangsa ini, Pak Harto lebih memperhatikan rakyat, hal tersebutlah yang dinilai Shofwan menjadikan Pak Harto pantas mendapatkan disebut sebagai bapak pembangunan. “Beliau sangat karismatik dan istimewa, kita sebagai bangsa harus mencontoh kepemimpinan Pak Harto yang menjadikan negara ini kondusif,” ujarnya.

Dengan kharisma yang dimiliki, Pak Harto begitu dikagumi oleh masyarakat. Oleh karenanya, Shofwan menyebut, masih banyak rakyat Indonesia yang merindukan kembali sosoknya. “Beliau Presiden terlama karena tahu keadaan Indonesia. Cuma sekarang ini kalau menurut saya, sudah digoyangkan dengan orang yang haus jabatan,” tandasnya.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Islam Al Muhadjirin Kiai Shofwan Manshur usai tahlilan serta doa bersama untuk almarhum Pak Harto di lokasi, Komplek Sekneg, Masjid Al Muhadjirin, Pinang, Tangerang – Foto Lina Fitria

Satu kenangan yang membuat Shofwan bangga adalah, meski menjadi orang nomor satu di Indonesia, menu makan Pak Harto selalu sederhana. Makanan yang harus ada di meja makan adalah kerupuk dan sambal. Makanan lain yang selalu ada adalah singkong goreng, yang selalu hadir menjadi jamuan pertemuan. “Orang yang bener-bener merakyat, tidak gila jabatan dan selalu makan makanan kampung. Saya tidak pernah lihat Pak Harto makan-makanan luar negeri begitu. Kata Asisten Rumah Tangga (ART) nggak di rumah maupun kantor, harus ada kerupuk dan sambal,” paparnya.

Selain makanan, Shofwan menilai dalam hal beribadah The Smiling General ini sangat religius. Sehingga pola untuk mendidik putra putri, agama menjadi yang utama. Menjelang haul ke 11, Shofwan mengaku bermimpi bertemu dengan Presiden Kedua Indonesia tersebut. Dalam mimpinya, Pak Harto tersenyum. “Kemarin malam saya bertemu sama Dia (Pak Harto) di dalam mimpi itu Pak Harto mesem (tersenyum),” ujarnya.

Presiden kedua Indonesia, Soeharto, meninggal dunia pada 27 Januari 2008 bertepatan dengan 18 Muharam 1429 Hijriah.

Baca Juga
Lihat juga...