Imunisasi MR di Sikka Capai 94 Persen

Editor: Satmoko Budi Santoso

176

MAUMERE – Pelaksanaan imunisasi campak dan rubella di Kabupaten Sikka hingga tanggal 26 September 2018 telah mencapai 94,3 persen atau masih tersisa sebanyak 5.241 orang anak yang belum mendapatkan imunisasi rubella dari target sebanyak 100 persen anak.

“Sejak dicanangkan awal Agustus 2018 lalu, sampai dengan tanggal 26 september 2018 pelaksanaan imunisasi campak dan rubella telah menjangkau 87.301 anak dari total sebanyak 92.542 anak di kabupaten Sikka,” sebut kepala dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr. Maria Bernadina S.Nenu, MPH, Jumat (28/9/2018).

Maria berharap, hingga akhir bulan September 2018, target 100 persen anak mendapat imunisasi campak dan rubella bisa terwujud sehingga pihaknya terus mengerahkan petugas untuk pelaksanaan imunisasi.

Kepala dinas Kesehatan kabupaten Sikka dr. Maria Bernadina Sada Nenu, MPH. Foto : Ebed de Rosary

“Hasil yang dicapai cukup baik meski baru 94,3 persen dimana ini menunjukkan kerja keras petugas kesehatan. Tingkat kesadaran orang tua dan anak-anak juga cukup tinggi,” sebutnya.

Sementara itu, kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, drg. Harlin Hutauruk menambahkan, pemberian imunisasi campak dan rubella di beberapa sekolah Islam belum mencapai hasil yang maksimal. Ada orang tua murid yang tidak mengizinkan anaknya diberi imunisasi.

“Masih ada orang tua yang tidak mengizinkan anaknya diberi imunisasi campak dan rubella. Kami juga tidak bisa memaksa tetapi kami hanya memberitahukan manfaat dari pemberian imunisasi ini,” tuturnya.

Harlin menambahkan, masih ada beberapa sekolah seperti di Beru, Nangahale, Waioti, Perumnas dan Wolomarang yang orang tua muridnya belum bersedia anaknya diimunisasi meskipun ada yang mengizinkan anaknya diimunisasi.

“Tentunya dengan keadaan ini, maka pemberian imunisasi bisa terkendala dan tidak mencapai target 100 persen, namun petugas kami telah bekerja secara maksimal dengan menyasar semua anak yang ada di kabupaten Sikka,” ungkapnya.

Data imunisasi rubella di provinsi NTT, per tanggal 26 September 2018, kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menempati peringkat pertama sebesar 100,91 persen diikuti kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sebesar 96,49 persen disusul kabupaten Sikka sebanyak 94,3 persen.

Peringkat keempat dan seterusnya diikuti beberapa kabupaten dengan persentase berkisar antara 90 sampai 83 persen seperti kabupaten Belu, Sumba Tengah, Ngada, Sumba Timur serta Manggarai Timur.

Dari total 21 kabupaten dan kota di provinsi NTT, persentase imunisasi rubella telah mencapai angka 87,66 persen sehingga dalam kurun waktu 3 hari ke depan semua kabupaten diminta untuk mengoptimalkan pencapaiannya.

 

Baca Juga
Lihat juga...