Imunisasi MR, MUI Balikpapan Tak Bisa Paksa Orangtua

Editor: Mahadeva WS

195
Sekretaris MUI Balikpapan, Jailani – Foto Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan, tidak dapat memaksakan orantua yang tidak ingin memvaksinasi Meases Rubella (MR) anaknya. Meskipun, MUI telah mengeluarkan fatwa, vaksinasi boleh dilakukan karena kondisi darurat syariah, atau belum ada vaksin pengganti untuk mencegah penyebaran virus campak.

Sekretaris MUI Balikpapan, Jailani mengungkapkan, telah berupaya memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai status vaksi MR. Namun MUI tidak bisa memaksa para orangtua, yang tetap tidak ingin anak-anaknya divaksinasi. “Kadang masyarakat ini, setelah tahu mengandung zat dari babi, mereka tidak mau. Padahal itu satu-satunya jalan dan belum ada obat lainnya,” jelasnya, Kamis, (20/9/2018).

MUI juga mendorong pemerintah agar mencari vaksin pengganti, yang mengandung zat atau enzim halal. Masyarakat-pun diminta memahami, karena jika campak mewabah, maka bisa menyebabkan kematian. “Kami minta masyarakat memahami, karena kondisinya darurat, walau Vaksin MR mengandung zat haram. Karena kalau sudah terjangkit campak, penularannya juga mewabah, maka sulit diobati karena memang belum ada obatnya,” imbaunya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Balikpapan, cakupan vaksin di Kalimantan Timur baru mencapai 45 persen. Jumlah tersebut adalah capaian hingga pertengahan September 2018. Kota Balikpapan, Samarinda dan Bontang, menjadi daerah yang cakupan vaksinasinya terendah.

Sementara itu, berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Kesehatan Balikpapan, untuk menjadikan warganya hidup sehat. Salah satunya melakukan imunisasi agar terhindar dari penyakit, termasuk Imunisasi MR.

Baca Juga
Lihat juga...