Indonesia Galang Dana Badan Bantuan untuk Palestina

NEW YORK – Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, menyampaikan komitmen Indonesia untuk membantu Badan Bantuan dan Pembanguan PBB untuk Palestina (UNRWA), menutupi kekurangan dana yang digunakan membantu pengungsi Palestina.

UNRWA yang mengurusi 5,3 juta pengungsi Palestina di beberapa wilayah, saat ini memiliki defisit anggaran 440 juta dolar AS. “Kondisi tersebut, menyulitkan PBB membantu para pengungsi,” ujar Menlu Retno, setelah mengadakan pertemuan bilateral dengan pejabat UNRWA di sela Sidang Majelis Umum PBB di Markas PBB, New York, Kamis (27/9/2018) waktu Indonesia.

Anggaran yang dimiliki UNRWA, ada yang berasal dari PBB. Tetapi mayoritas berasal dari kontribusi sukarela negara-negara anggota. “Nah, Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kontribusi sukarelanya, tapi jangan tanya dulu jumlahnya berapa,” tandas Retno.

Defisit anggaran sebesar 440 juta dolar AS itu, kini sudah tertutup 60 persen. Masih kurang 40 persen atau sekira 180 juta dolar AS. Dengan tertutupinya kebutuhan 60 persen itu, menunjukkan sinyal yang cukup bagus, bahwa negara-negara di dunia mendukung operasi UNRWA untuk membantu para pengungsi Palestina.

“Selain menggunakan dana dari pemerintah dan sumbangan dari Baznas, Indonesia saat ini juga sedang menggerakkan para filantropis Indonesia untuk membantu para pengungsi Palestina lewat UNRWA,” tambahnya.

Bantuan dari UNRWA, sebagian besar difokuskan untuk pendidikan dan kesehatan para pengungsi. Di sela kegiatan SMU ke-73 PBB, Menlu Retno menghadiri sejumlah pertemuan lanjutan, yang pada intinya adalah bagaimana upaya Indonesia beserta negara-negara anggota PBB, menggalang dukungan bantuan keuangan, sehingga bisa menutupi defisit keuangan yang dialami olah UNRWA saat ini.

Lihat juga...