Indonesia Miliki Trainer Keselamatan Penerbangan Kelas Dunia

Editor: Mahadeva WS

218

DENPASAR – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, Umiyatun Hayati Triastuti menyebut, Indonesia memiliki trainer di bidang keselamatan penerbangan yang sudah diakui dunia. Pengakuan tersebut diberikan  melalui International Civil Aviation Organization (ICAO).

Dengan demikian, Indonesia menjadi salah satu negara di Asia Pasifik, yang berhak menyelenggarakan training keselamatan di dunia penerbangan. “Contohnya sekarang ini. Kegiatan Indonesia Fellowship Training Program 2018, dengan tema Ramp Safety Awareness, sangat direspon baik oleh ICAO, sebagai pemegang lisensi keselamatan penerbangan dunia,” ungkap Umiyatun, usai penutupan Indonesia Fellowship Training Program 2018 di Bali, Jumat, (7/9/2018).

Indonesia Fellowship Training Program 2018, diikuti perwakilan dari 11 negara seperti, Palestina, Afghanistan, Maladewa, Sri Lanka, Bhutan, Mongolia, Seychelles, Nepal, Vietnam, Myanmar, Laos. Penyelenggaraanya, mendapatkan nilai 94 dari ICAO. “Ini hal yang positif bagi negara kita. Artinya kita dipercaya oleh dunia untuk menggelar training keselamatan dunia penerbangan. Terutama bagi negara yang membutuhkan dapat menjalin Kerjasama Selatan Selatan Triangular (KSST),” tambahnya.

Saat ini, Indonesia sudah memiliki setidaknya 10 orang instruktur dibidang keselamatan penerbangan yang diakui oleh ICAO. Para trainer tersebut, berhak memberikan pelatihan. Tingkat keselamatan penerbangan Indonesia terus mengalami peningkatan point oleh dunia seperti Amerika dan Eropa. “Kami terus menjaga agar supaya apa apa yang kita miliki sekarang terus ditingkatkan. Termasuk kami sudah menggelar kerjasama dengan beberapa sekolah penerbangan yang ada di Indonesia dengan harapan mutu serta kualitas instruktur bisa dikembangkan,” imbuhnya.

Kegiatan training tersebut, akan terus dilakukan, untuk menjembatani kebutuhan di bidang keselamatan penerbangan. Di September 2018, akan kembali digelar training kedua, dengan tema pemadam kebakaran dalam dunia penerbangan. “Untuk Training kali ini evaluasi sudah baik dan mendapatkan respon dari para peserta terutama dari peserta luar,” tandasnya.

Indonesia Fellowship Training Program 2018, merupakan training yang digelar oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara (PPSDMPU) dan Balai Pendidikan Pelatihan Penerbangan (BP3) Curug. Pelatihan sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir, dengan peserta dari berbagai negara yang tergabung dalam Kerjasama Selatan Selatan Triangular (KSST).

Baca Juga
Lihat juga...