hut

Inflasi di Sumbar Diprediksi Masih Akan Menguat

BI, ilustrasi -Dok: CDN
PADANG – Bank Indonesia mencatat inflasi Sumatra Barat pada triwulan II 2018 mencapai 3,17 persen, meningkat dibandingkan triwulan I yang hanya 2,33 persen.
“Sesuai pola historisnya, laju inflasi Sumbar akan meningkat siginifikan saat Ramadhan dan Idul Fitri,” kata Kepala BI perwakilan Sumbar, Endy Dwi Tjahjono, di Padang, Minggu (30/9/2018), dalam Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional triwulan II 2018.
Menurutnya, kendati inflasi pada triwulan II meningkat, hal itu sudah diantisipasi sejak awal oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah provinsi dan kabupaten serta kota.
“Ini terbukti dari Juni 2018 inflasi bulanan Sumbar hanya 0,36 persen atau jauh lebih rendah dari inflasi nasional yang mencapai 0,59 persen,” ujarnya.
Ia menyampaikan, komoditas penyumbang inflasi pada triwulan II, antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah, jengkol, dan angkutan udara.
Endy memperkirakan, ke depan tekanan inflasi di Sumbar masih menguat, namun tetap terkendali. “Beberapa risiko yang perlu dperhatikan, antara lain meningkatnya proyeksi harga minyak dunia dan dimulainya tahun ajaran baru,” katanya.
Ia menyebutkan, pada triwulan III 2018 inflasi Sumbar berada pada kisaran 3,3 persen hingga 3,7 persen.
Sebelumnya, Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno, meminta bupati dan wali kota di daerah itu lebih peduli terhadap inflasi dan tidak membiarkan begitu saja faktor-faktor yang dapat memicunya.
“Ketika harga pangan naik tak menentu, masyarakat tidak mampu beli itu terjadi karena kepala daerah tidak peduli dan membiarkan saja, untuk mengatasi inflasi itu harus bersama-sama,” kata Irwan. (Ant)
Lihat juga...