Inisiator Kampung 3G Raih Kalpataru

Editor: Mahadeva WS

202

MALANG – Pemerintah Kota Malang, sudah selayaknya berbangga. Salah satu warganya, berhasil mendapatkan penghargaan Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Ketua RW 23, Kelurahan Purwantoro, Kota Malang, Ir.Bambang Irianto, dengan program Kampung Glintung Go Green (3G), sukses membangkitkan dan menggerakkan warganya untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Program tersebut sukses mengimplementasikan temuan teknologi baru ramah lingkungan. Atas jasanya tersebut, Bambang diganjar dengan penghargaan Kalpataru kategori Pembina Lingkungan.

“Beberapa tahun yang lalu, saya hanya Ketua RW 23 biasa disebuah kampung yang kerap mengalami banjir. Kemudian kami mendengarkan saran dan pendapat dari UB (Universitas Brawijaya), khususnya Fakultas Teknik serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis, hingga akhirnya prestasi demi prestasi mampu kami raih mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kota, provinsi, dan di 2016, berkat dorongan dari UB, kami berhasil meraih penghargaan dari Guangzhou International Award (GIA) for Urban Innovation melalui gerakan menabung air,” terangnya, Senin (3/9/2018).

Hingga akhirnya, pada 30 Agustus lalu, pemerintah pusat menganugerahi Bambang, penghargaan kalpataru, untuk kategori Pembina lingkungan. Kampung 3G, merupakan rule model, pendampingan perguruan tinggi kepada kelompok masyarakat. “Semoga apa yang dikerjakan Kampung Glintung dapat menginspirasi kampung-kampung lain di tanah air. Mari kita bersama-sama membangun negeri dari lorong-lorong kampung,” tandasnya.

Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR. MS mengatakan, dulunya kampung Glintung merupakan perkampungan yang kumuh dan rawan banjir. Tetapi sekarang, telah berubah menjadi kampung 3G, yang hijau dan nyaman, dan sudah terkenal hingga ke mancanegara.

“Disana, kami dan pak Bambang tidak hanya berusaha menanggulangi kekumuhan atau banjir saja, tetapi bagaimana membangkitkan partisispasi masyarakat untuk peduli lingkungan. Sekarang kalau kita pergi kesana, tembok-tembok rumah warga sudah banyak ditanami sayur mayur maupun bunga, sehingga sekarang kampung 3G sudah menjadi tempat wisata,” terangnya.

Peranan ketua RW dan partisipasi masyarakat inilah yang perlu di contoh oleh daerah-daerah lainnya. Kalpataru sendiri merupakan penghargaan yang diberikan kepada perorangan, atau kelompok, atas jasanya dalam melestarikan lingkungan hidup di Indonesia.

Baca Juga
Lihat juga...