Inovasi Storene Diterapkan Pertama di Jember

Editor: Satmoko Budi Santoso

340

JEMBER – Kabupaten Jember menjadi kabupaten pertama yang menerapkan teknologi keamanan lalu lintas yang dinamai Stop Before The Line (Storene). Bupati Jember, Faida, meresmikan penggunaan sistem tersebut di simpang empat SMPN 2, Jumat (14/9/2018).

Sensor storene merupakan karya pelajar pelopor tertib lalulintas, yang memberitahu para pengendara untuk berhenti di belakang garis berhenti saat di area berhenti lampu isyarat (traffic light).

Teknologi ini adalah karya seorang siswa SMA 1 Jember yang beberapa waktu lalu menjuarai kontes inovasi keamanan lalu lintas diselenggarakan Kementerian Perhubungan di Bogor, Jawa Barat.

Bupati Faida mengaku bangga, bisa meresmikan sensor ini, karena merupakan karya besar dari anak bangsa. Karya ini tidak hanya bermanfaat untuk Jember, tetapi untuk Indonesia dan dunia.

Bupati Faida meresmikan penggunaan sensor storene di depan SMP 2 Jember. Foto: Kusbandono.

“Anak berbakat yang berani memulai satu kreasi, muncul di dunia dengan karyanya. Berani berbeda bukan suatu yang salah. Berani memulai adalah suatu kehormatan,” ungkap Bupati Faida.

Ia menambahkan, untuk saat ini, Storenne hanya dipasang di perempatan lampu merah SMP 2 Jember. Namun nantinya, teknologi ini akan diaplikasikan di beberapa persimpangan yang rawan terjadi pelanggaran lalu lintas. Bupati berharap pelajar ini dapat menjadi teladan untuk pelajar lainnya.

“Berani menjadi pemula, beranilah menjadi perintis, beranilah berkarya, berani mencoba sesuatu yang baru,” lanjutnya.

Dengan sensor ini, para pengendara akan mendapat teguran apabila berhenti melebihi garis henti di area lampu isyarat (traffic light). “Memulai teguran suara lebih bisa didengar,” ujar bupati.

Menurut Bupati Faida, sensor storene ini adalah upaya menyelamatkan jutaan nyawa pengguna jalan raya di Kabupaten Jember. Pihaknya ingin sensor storene ini disosialisasikan di penyeberangan dekat sekolah.

“Mari berjuang bersama-sama atas pelayanan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar, serta pelayanan publik yang lebih baik,” harapnya.

Firman Sauqi MHS menjadi pelajar perwakilan Provinsi Jawa Timur yang memiliki konsep sensor storene. Dari presentasinya, ia meraih juara pertama dari 23 provinsi. Konsep ini yang kemudian diimplementasikan dalam peresmian penggunaan sensor storene “stop before the line”.

Konsep ini memanfaatkan kemajuan teknologi yang cukup sederhana untuk meningkatkan keselamatan lalulintas. Sensor ini berfungsi untuk memberikan peringatan berupa suara kepada pengemudi kendaraan bermotor yang melewati persimpangan dan mengurangi pelanggaran stop line, mengurangi pelanggaran rambu lalu lintas, serta mengurangi kecelakaan lalu lintas.

“Juga merupakan perwujudan aksi maupun peningkatan keselamatan secara nyata,” jelasnya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk