hut

Insensif Rp150 Juta untuk Desa Tanpa Karhutla

Ilustrasi kebakaran hutan [Ant]

PONTIANAK – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat memberikan insentif Rp150 juta, kepada setiap desa, yang mampu mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di daerahnya.

Insentif tersebut diberikan, bagi desa yang bisa mencegah tidak terjadinya karhutla hingga Oktober mendatang. “Kalau sampai Oktober nanti tidak ada kebakaran akan dapat insentif Rp150 juta per desa, dan saat ini sudah diberikan, sebelumnya Rp10 juta sebagai awalnya,” kata Kepala Bappeda Kubu Raya, Yusran Anizam, saat menghadiri diskusi Perlindungan dan Pengelolaan Gambut berbasis masyarakat di Kalimantan Barat, Jumat (7/9/2018).

Dalam kegiatan yang diinisiasi Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF), dan Bappenas tersebut, Yusran mengatakan, banyak upaya yang telah dilakukan Pemkab Kubu Raya agar tidak ada karhutla di wilayah mereka. Selain bekerja sama dengan Bappenas, juga dilakukan kerjasama dengan NGO. Juga telah dibentuk 11 desa peduli gambut, 11 perhutanan sosial dan pengelolaan lingkungan.

Juga dibentuk masyarakat peduli api, membudidayakan tanaman kopi di lahan gambut, serta terus melakukan pembinaan kelompok masyarakat. “Regenerasi juga kita pikirkan, sosialisasi ke anak-anak bahkan anak TK dengan komik dan lain-lain, pembangunan fisik seperti kanal, sumur bor juga kita lakukan,” tambahnya.

Kendati demikian, tetap masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan, untuk mengatasi karhutla. Hampir setiap tahun di Kalimantan Barat, masih terjadi karhutla.
“Memang kerja berat kita bersama tapi kita optimis dengan kerja sama semua pihak ini bisa teratasi,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...