Inspiratif, Koperasi Ini Punya Tabungan Siswa Keliling Rp2,5 M

Editor: Satmoko Budi Santoso

159

DHARMASRAYA – Kepedulian Koperasi Lumbung Piti Nagari (LPN) Pulau Mainan, Kecamatan Koto Salak, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, terhadap masa depan pelajar di daerah Koto Salak, memang patut diacungi jempol.

Melalui simpanan siswa, koperasi yang berdiri 2014 lalu, mampu mengumpulkan uang tabungan pelajar sebanyak Rp2,5 miliar per tahun.

Ketua Koperasi LPN Pulau Mainan, Suratno Sukoco, mengatakan, untuk secara keseluruhan aset yang dimiliki oleh Koperasi LPN Pulau Mainan mencapai Rp30 miliar. Selain aset yang terbilang cukup banyak, ternyata juga memiliki sejumlah produk tabungan simpan pinjam, yakni Simawa, Simaplus, Simasif, Simaraya, dan Simangka.

“Cara kita mengumpulkan uang tabungan para pelajar ini dengan mendatangi sekolah atau disebut dengan berkeliling ke sekolah setiap per pekan. Di kita ada 15 sekolah yang memiliki tabungan di Koperasi LPN Pulau Mainan, yang terdiri dari TK, SD, sampai SMP,” katanya, Rabu (12/9/2018).

Ia menyebutkan, setiap pelajar yang memililki tabungan tidak ditetapkan berapa nilai yang harus ditambahkan ke saldo tabungan. Namun, setiap jalan pada satu kali dalam satu pekan, uang tabungan yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp3 juta untuk satu sekolah. Artinya, ada puluhan uang tabungan siswa yang dikumpulkan Koperasi LPN Pulau Mainan setiap pekan.

Masuknya program tabungan siswa oleh Koperasi LPN Pulau Mainan, setelah ada diskusi pihak koperasi dengan pihak sekolah. Hal yang membuat koperasi bisa menyakinkan pihak sekolah, karena tabungan yang ditawarkan jumlahnya tidak ditentukan bagi setiap siswa yang hendak menabung. Apalagi cara yang dilakukan ialah dengan menjemput sehingga tidak mengganggu waktu sekolah para siswa.

“Ada pekerja koperasi yang turun ke sekolah-sekolah itu. Kenapa kita harus turun ke lapangan, karena tujuan tabungan siswa ini adalah untuk membantu para siswa menyambut jenjang pendidikan selanjutnya, tanpa harus berpikir persoalan minim dana,” sebutnya.

Menurutnya, setiap pelajar tidak diperbolehkan mengambil tabungan jika belum menyelesaikan pendidikan. Misalnya TK, SD, dan SMP. Artinya, tabungan diperbolehkan diambil apabila sudah selesai jenjang pendidikan, seperti TK. Murid TK yang tamat, bisa mengambil tabungan untuk memenuhi kebutuhan melanjutkan pendidikan ke Sekolah Dasar.

Begitu juga dengan sekolah SD dan SMP, apabila siswa yang memiliki tabungan itu tamat dari pendidikan, yakni SD selama 6 tahun, maka ketika hendak memasuki SMP, dipersilakan mengambil tabungan, yang dipergunakan untuk jenjang pendidikan SMP.

“Kalau dirata-rata, setiap siwa yang mengambil tabungan setelah tamat di salah satu jenjang pendidikan itu, jumlahnya mencapai Rp20 juta. Uang itu digunakan keperluan sekolah di tingkat selanjutnya. Bahkan, bagi orangtua ada yang membelikan sepeda motor untuk anaknya, dari tabungan tersebut,” jelasnya.

Sementara, Sekretaris Koperasi LPN Pulau Mainan, Agus menambahkan, program simpanan siswa itu sudah dimulai semenjak LPN beralih menjadi koperasi pada tahun 2014 lalu. Kini dengan program itu, telah berjalan selama 4 tahun, dengan memiliki jumlah tabungan siswa melebihi 4 ribu dari 15 sekolah yang ada di Kecamatan Koto Salak.

Hingga awal bulan September 2018 ini, tabungan siswa yang ada di Koperasi LPN Pulau Mainan itu mencapai Rp2,2 miliar. Selain merangkul para siswa untuk rajin menabung, Koperasi LPN Pulau Mainan juga merangkul pihak guru untuk menjadi anggota koperasi.

Meski anggota koperasi mencapai 150 orang, sebagian besar memiliki perkebunan sawit. Tidak tertutup kemungkinan juga anggota Posdaya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Barat, Prita Wardani, mengatakan, manajemen pengurus koperasi sebagai koperasi LPN merupakan hal yang patut dicontoh oleh koperasinya.

Koperasi LPN Pulau Mainan merupakan koperasi yang memiliki ide cemerlang dalam hal mencari uang untuk membuat koperasi tetap hidup dan berjalan dengan baik.

Menurutnya, koperasi yang dikelilingi oleh perkebunan sawit dan karet, merupakan potensi yang bagus untuk digarap oleh keperasi. Hal ini dikarenakan, perkebunan atau pun pertanian untuk menjalankan jelas membutuhkan dukungan dana. Hadirnya, koperasi akan membuat mereka jadi terbantu.

“Apa yang telah dilakukakn oleh Koperasi LPN Pulau Mainan itu, sangat bagus. Saya kagum apa yang dilakukan itu. Hal begini yang patut dicontoh, dan belajarlah ke Koperasi LPN Pulau Mainan, agar koperasi yang lainnya, bisa menghidupi anggotanya. Menghidupi perekonomian di daerahnya,” tegasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.