Irawati Boy Rafli Kembangkan Noken Khas Papua

Editor: Koko Triarko

266
JAKARTA – Irawati Boy Rafli mengkreasikan noken khas Papua menjadi kebaya dan baju-baju kasual gaun malam. Ide ini berangkat dari keprihatinannya melihat noken yang menurutnya unik tersebut hanya digunakan sebagai tas.
Irawati Boy Rafli mengaku mengenal noken saat mendampingi sang suami, Boy Rafli Amar, yang pada tahun lalu menjabat sebagai Kapolda Papua. Ia kemudian menggagas dan menginovasikannya, agar lebih memiliki nilai jual.
“Saya sangat prihatin melihat noken yang luar biasa itu hanya dibuat dan dirajut untuk tas, sementara orang-orang Papua di sana memakai batik buatan orang Jawa,” katanya kepada Cendana News, usai fashion show Bhayangkari dalam acara Pameran Kerajinan Nusantara ‘Kriyanusa’, di Jakarta Cenvention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (29/9/2018) malam.
Irawati Boy Rafli –Foto: Akhmad Sekhu
Ia pun ingin mengangkat ekonomi kreatif Papua, agar bisa dijual kepada masyarakat, baik masyarakat Papua maupun nonPapua. Begitu melihat indahnya corak atau motif noken Papua, Irawati kemudian langsung berinisitif untuk membuat kain-kain noken Papua.
“Itu saya lakukan sejak saya mendampingi Bapak yang bertugas sebagai Kapolda Papua pada tahun lalu, dan atas saran Ketua Umum kalau kita harus memiliki peran positif di masyarakat,“ ungkapnya.
Irawati mengaku baru merintis usaha noken Papua sekitar enam bulan. “Bukan pekerjaan gampang, karena lokasi noken itu jauh. Letaknya ada yang di Puncak Jaya, di Wamena, jadi saya kumpulkan motif-motif untuk dibuat gaun,“ paparnya.
Kalau dari masyarakat Papua sangat menyambut baik, tapi karena ini baru jadi, mereka masih perlu adaptasi. “Begitu ordernya membludak, mereka tampaknya belum siap untuk memenuhi order yang sangat banyak,“ ujarnya.
Saat Boy Rafli menjabat sebagai Kapolda Papua, Irawati membuat wadah organisasi Rumah Papua. “Organisasi ini didirikan untuk membina para perajin noken dan diketuai Mama Wendah, yang memang asli orang Papua yang sangat ahli merajut noken,“ ucapnya.
Harapan Irawati ke depan, noken ini bisa menjadi salah satu alternatif busana Nusantara, khususnya yang berciri khas Papua. “Juga bisa diperkenalkan ke seluruh pelosok Indonesia,“ imbuhnya.
Dalam fashion show, Irawati melibatkan Polwan-polwan asli Papua yang bertugas di Polda Metro Jaya dan Mabes Polri. “Yang dari Papua hanya Mama Wendah saja yang di panggung, memperlihatkan kepiawaiannya merajut noken,“ terangnya.
Pendapat Irawati terhadap acara Pameran Kerajinan Nusantara ‘Kriyanusa’ ini, bagus. “Luar biasa jadi setiap dearah bisa memperkenalkan apa yang menjadi ciri khas daerahnya dan bisa menjual, yang itu akan membangkitkan ekonomi kreatif masyarakat di daerahnya, “ tandasnya.
Baca Juga
Lihat juga...