Jakarta Komitmen Sejahterakan Lansia

Editor: Mahadeva WS

203

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkomitmen meningkatkan kesejahteraan warga Lanjut Usia (Lansia) yang ada di Ibu Kota Jakarta. Ada tiga masalah di DKI Jakarta yang berhubungan dengan keberadaan Lansia.

Yang pertama adalah, peningkatan masyarakat lanjut usia dikarenakan angka harapan hidup yang meningkat. Yang kedua, program jaminan dari institusi privat, institusi swasta yang harus dikoordinasikan dengan baik. Dan yang ketiga adalah, adanya ketimpangan yang menganga sehingga peningkatan kesejahteraan bagi lansia berpotensi terkendala.

“Potensi kendala kesejahteraan bagi masyarakat lansia yang jumlahnya mungkin akan membesar di masa mendatang, jadi harapannya peraturan yang sekarang bisa di-review untuk nantinya bisa sesuai dengan zaman hari ini,” tutur Anies, Jumat (21/9/2018).

Anies mengatakan, bagian penting dari kegiatan tersebut adalah, melakukan review terhadap program pemerintah untuk para lansia. Usia harapan hidup, khususnya di DKI Jakarta semakin meningkat. Untuk itu, perlu diiringi dengan kebijakan-kebijakan yang mendukung. “Sebagai salah satu bentuk perlindungan dan jaminan bagi warga Lansia kurang mampu, Pemprov DKI sudah memberikan Kartu Lansia Jakarta. Kita juga perlu mengkoordinasikan program jaminan dari institusi privat swasta,” ujarnya.

Perwakilan Forum Komunikasi Lansia Provinsi DKI Jakarta, Eri Chajaridipura, menyambut baik pertemuan untuk memberikan perhatian kepada Lansia yang digagas Pemprov DKI Jakarta. Para lansia menginginkan, UU Kesejahteraan Lansia segera direvisi. “Kami perjuangkan supaya UU tentang Kesejahteraan Lansia direvisi dan disesuaikan dengan perkembangan zaman. Sehingga diharapkan bahwa para lansia itu tidak menjadi beban, tetapi menjadi potensi untuk berproduksi,” tandasnya.

Eri menyebut, saat ini jumlah lansia di Indonesia meningkat, karena angka harapan hidup terus bertambah. Untuk itu diharapkan, pemerintah memfasilitasi lansia yang masih memiliki kemampuan di berbagai bidang, untuk dilibatkan dalam pembangunan bangsa.  “Saat ini perjuangan belum usai. Penanganan lansia bukan hanya ranah kesehatan dan sosial saja, tetapi semua harus menangani. Kita harus hargai lansia dan banggakan lansia, para lansia juga masih punya semangat untuk membangun Indonesia,” ucap Eri.

Meski saat ini Pemprov DKI sudah membagikan 14.200 Kartu Lansia Jakarta, Dirinya berkeingginan, para lansia tetap bisa berkontribusi dalam pembangunan di Jakarta. Menurutnya, daerah lain juga ikut memikirkan nasib lansia, meskipun saat ini masih sebatas ada di Jawa dan Bali.

Untuk diketahui, saat ini revisi UU Kesejahteraan Lansia telah diserahkan ke DPR oleh Menteri Sosial pada Juli lalu. Dengan revisi tersebut diharapkan, posisi lansia dapat turut serta dalam penyangga pembangunan. Para lansia akan berperan sebagai pengawal nilai-nilai budaya bangsa, serta inspirator dan motivator bagi generasi muda.

Survey Penduduk oleh BPS, di 2018 ini, di Jakarta ada sekira 24 juta jiwa lansia. Mengacu pada Permendagri No.60/2008, tentang Pembentukan Komisi Daerah Lanjut Usia dan Pemberdayaan Masyarakat Penanganan Lanjut Usia di daerah, secara umum tujuan intervensi bagi lansia adalah memberdayakan mereka (pemberdayaan sosial), sehingga mampu memenuhi kebutuhan dasarnya.

Baca Juga
Lihat juga...