Jamu PSBS Biak, PSIM Incar Kado Spesial

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

225
Bona Elisa Simanjuntak, Pelatih Kepala PSIM Yogyakarta. Foto: Sodik

YOGYAKARTA — PSIM Yogyakarta dijadwalkan kembali bertanding setelah libur panjang selama gelaran Asian Games 2018. Sore nanti, tim berjuluk Laskar Mataram bakal menjamu PSBS Biak pada lanjutan Liga 2 2018 di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul.

PSIM membidik kemenangan atas PSBS sebagai kado spesial ulang tahun ke-89 Laskar Mataram. Tapi ambisi khusus tim besutan Bona Simanjuntak tidak akan direalisasikan di hadapan pendukung setianya, Brajamusti dan The Maident. Sebab, laga digelar tanpa penonton.

Keputusan itu merupakan syarat agar laga kembali bisa digelar di SSA Bantul. Sebelumnya, PSIM terpaksa menggelar laga home terakhir di Stadion Wijayakusuma Cilacap setelah insiden yang menewaskan satu suporter pada derby DIY kontra PSS Sleman, 26 Juli 2018 lalu.

Bona mengakui, laga home tanpa penonton cukup merugikan bagi timnya. Kehadiran belasan ribu Brajamusti cukup efektif memberikan suntikan semangat. Kendati begitu, ia mengaku tetap akan tampil optimal demi meraih hasil terbaik.

“Kalau ada penonton di stadion pemain punya motivasi lebih. Tapi kami menghormati keputusan jika itu memang yang terbaik buat semuanya. Kami tetap akan fight dan mengamankan tiga angka di kandang,” tegas Bona, Rabu (5/9/2018).

Bona mengungkapkan, timnya dalam kondisi cukup baik untuk meladeni tim asal Biak tersebut. Secara teknis, anak asuhnya sudah mendapat bekal persiapan yang cukup baik dari sisi fisik maupun teknis guna menghadapi PSBS yang memiliki keunggulan dari sisi fisik dan kecepatan.

Terlebih Laskar Mataram memiliki modal bagus lawan PSBS. Pada pertemuan di putaran pertama, Laskar Mataram berhasil menahan imbang PSBS tanpa gol. Namun demikian, Bona mengaku akan tetap waspada terutama dengan kemungkinan perubahan dalam skuad asuhan Slamet Riyadi.

“Di putaran pertama kemarin, PSBS lebih banyak mengandalkan bola direct, begitu dapat bola langsung ke lini depan. Tapi kalau sekarang kami masih belum tahu,” imbuhnya.

Slamet Riyadi mengungkapkan, PSIM merupakan tim bagus yang tak bisa diremehkan. Timnya harus berjuang ekstra keras agar lawatan ke Yogyakarta tidak berakhir sia-sia. Meski ia mengakui tidak akan mudah menyusul adanya problem di internal klub.

“Kalau saja tidak mendapat sanksi pengurangan poin, PSIM seharusnya sudah berada di papan atas. Saya berharap bisa melanjutkan tren negatif PSIM dengan memberinya kekalahan,” ucapnya.

Baca Juga
Lihat juga...