Jari Budha, Jeruk Unik Miliki Manfaat bagi Kesehatan

Editor: Satmoko Budi Santoso

185

JAKARTA – Jeruk Jari Budha atau Citrus medica var sarcodactylis merupakan salah satu varietas buah jeruk yang dipamerkan oleh Taman Buah Mekarsari saat 12th Agrinex di Jakarta Convention Center. Tampilan fisiknya yang sangat berbeda dengan jeruk pada umumnya, membuat para pengunjung selalu bertanya tentang buah ini.

Dodi (28) yang bekerja pada salah satu perusahaan travel menyatakan rasa tak percaya kalau ada buah jeruk seperti itu.

“Aneh ya buahnya, nggak kayak jeruk. Kan biasanya kalau jeruk itu bulat, ini malah kayak ada sulur-sulur gurita gitu,” katanya sambil tertawa, Sabtu malam (9/7/2018).

Pengunjung yang tertarik pada buah Jeruk Jari Budha – Foto Ranny Supusepa

Manager R&D Taman Buah Mekarsari Dr. Azis Natawijaya, M.Si menjelaskan, tanaman Jeruk Jari Budha ini diperkirakan berasal dari China, layaknya jenis buah jeruk lainnya. Bentuknya yang unik diduga merupakan hasil mutasi yang terjadi secara spontan, secara alami.

Mutasi merupakan proses perubahan bentuk untuk semua bagian tanaman yang dapat terjadi secara alami maupun dengan intervensi manusia. Perubahan fenotipe terjadi karena ada perubahan genetik yang terjadi pada saat sel-sel tanaman sedang membelah atau tumbuh.

“Buah ini memiliki ciri fisik yang berwarna kuning hingga oranye dan jari-jari dengan jumlah beragam antara 5 hingga 25 jari per buah,” papar Azis.

Karena buah ini sangat wangi, Jeruk Jari Budha ini menjadi salah satu bahan baku pewangi.

“Selain itu, kandungan atsiri yang ada dalam buah ini menyebabkan Jeruk Jari Budha juga menjadi bahan baku obat. Ada juga yang menjadikannya manisan.

Dr. Azis menjelaskan bahwa Jeruk Jari Budha ini sudah mulai ditanam di Taman Buah Mekarsari sejak tahun 2005. Pemuliaannya dilakukan dengan pendekatan mutasi untuk meningkatkan keragaman.

“Kita hanya melakukan penanaman terbatas. Karena buahnya tidak untuk konsumsi. Perbanyakan dengan cara grafting atau sambungan pada batang bawah jeruk keprok. Dari grafting sampai berbuah itu membutuhkan waktu antara 1,5 hingga 2 tahun,” papar Azis.

Habitatnya sendiri berada pada dataran rendah dan tinggi dengan paparan sinar matahari sepanjang hari.

Azis menyampaikan, saat ini Taman Buah Mekarsari menyediakan Jeruk Jari Budha di pot sebanyak 30 pot dengan umur 10 bulan.

“Untuk bibit, jumlahnya terbatas. Kalau butuh banyak, harus indent 6 bulan. Penjualan 1 tahun, bisa mencapai 20 pot. Umumnya saat perayaan Imlek saja. Karena diyakini, buah ini membawa kebersihan jika diletakkan saat perayaan Imlek,” ujarnya.

Bagi pengunjung 12th Agrinex Expo yang masih penasaran dengan buah ini, Azis mengajak untuk berkunjung ke kebun buah blok dan area pembibitan di Taman Buah Mekarsari.

Lihat juga...

Isi komentar yuk