Jemaah Masjid Muhammad Denpasar Nobar Film G 30 S/PKI

Editor: Koko Triarko

277
DENPASAR – Puluhan jemaah Masjid Muhammad Kota Denpasar, menggelar acara nonton bareng (nobar) film G 30 S/PKI, Sabtu (29/09/2018) malam. Salah satu pengurus masjid yang juga koordinator nobar, Suherman, menerangkan, acara bertujuan untuk mengenang peristiwa pemberontakan PKI pada 1965.
Suherman menjelaskan, acara nonton bareng film G 30 S/PKI ini sudah berjalan selama tiga tahun ini, dan menjadi agenda tahunan. Nobar tersebut juga sudah disepakati bersama oleh para jemaah, untuk bersama-sama memberantas paham-paham komunisme yang ingin menghancurkan keutuhan NKRI.
“Kita ingin memberikan edukasi kepada para jemaah, bahwa kita pernah mengalami sejarah kelam itu. Tujuh putra terbaik bangsa dan satu wanita kecil menjadi korban atas kebiadaban komunis, kala itu. Kami juga ingin terus menularkan nilai-nilai Pancasila, agar terus tertanam, khususnya bagi para generasi muda lewat film bersejarah ini,” ucap Suherman, di sela nobar.
Suherman, pengurus Masjid Muhammad Kota Denpasar .-Foto: Sultan Anshori.
Sementara itu, aksi nobar film G 30 S/PKI mendapat respons serius dari setiap jemaah masjid terbesar di Kota Denpasar ini, seperti yang diungkapkan Hanafi Rasyid.
Ia mengatakan, nobar ini menjadi salah satu refleksi kebangsaan, yang dengan begitu kita bisa memahami setiap kejadian dari salah satu upaya pengkhianatan bangsa, yang dilakukan oleh petinggi partai komunis, kala itu.
Meski merupakan film lawas, tapi tetap sangat dibutuhkan di tengah-tengah zaman modern, agar tidak gampang terprovokasi kembali untuk menumbuhkan paham komunis di negara tercinta ini.
“Ini film sangat mengandung pesan moral bagi masyarakat, terutama kalangan generasi muda. Semoga kejadian ini tidak kembali terulang,” ucap Hanafi Rasyid.
Hal senada juga disampaikan oleh Tri, pemuda jemaah Masjid Muhammad, bahwa aksi PKI jika dilihat benar-benar merupakan aksi yang sangat kejam. Ia berharap, kejadian itu tidak terulang kembali di masa-masa yang akan datang.
“Sangat tragis, ada jenderal disiksa dan dibunuh dengan tidak manusiawi,” katanya.
Acara nobar film G30S/PKI mulai diputar selepas salat Isya. Menariknya, ada sejumlah jemaah dengan suka rela menyiapkan makanan dan kopi sebagai kudapan menemani nonton film.
Baca Juga
Lihat juga...