Jitu Entaskan Kemiskinan, Posdaya Ditargetkan Berkembang di Tanah Datar

Editor: Makmun Hidayat

178

TANAH DATAR – Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang disebut sebagai sebuah forum silaturahmi advokasi, komunikasi, informasi dan edukasi dan wadah koordinasi, untuk penguatan fungsi-fungsi keluarga secara terpadu dan bertahap, ditargetkan menyebar di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Ketua Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Tanah Datar, Emi Irdinansyah, mengatakan Posdaya dinilai sebuah organisasi yang dijalankan oleh masyarakat, dianggap mampu menjalankan peran pemerintah di daerah pelosok.

“Di Tanah Datar direncanakan juga akan dibentuk Posdaya di seluruh kecamatan hingga tingkat nagari. Karena peran Posdaya mampu memperbaiki kondisi ekonomi dan sosial masyarakat kurang mampu,” katanya, Senin (10/9/2018).

Ia menyebutkan, sejauh ini baru dua Kecamatan di Tanah Datar yang sudah terbentuk Posdaya yakni Kecamatan Lintau Buo Utara dan Sungai Tarab. “Mengingat begitu besarnya manfaat keberadaan posdaya di nagari, mari kita dukung bersama-sama terbentuknya Posdaya di masing-masing nagari,” ucapnya.

Dikatakannya, Posdaya dapat terbentuk, pertama lakukan pengumpulan data kelembagaan dan pendekatan non formal kepada tokoh masyarakat, apabila ada potensi dan mendapat respon positif maka tahap selanjutnya dapat mulai dilaksanakan.

Setelah mendapat respon positif dari masyarakat, diadakan musyarawah antara tokoh masyarakat dan unsur lembaga yang ada di sekitar untuk memperoleh informasi kesiapan masyarakat untuk ber-Posdaya.

Selanjutnya lakukan pendataan sasaran, kebutuhan, permasalahan dan potensi pemberdayaan yang ada di masyarakat. Lalu dilanjutkan dengan pelaksanaan program-program kerja, pendampingan, pengisian berbagai program yang relevan sesuai kebutuhan.

“Saya berharap Posdaya nantinya dapat bersinergi dengan program-program PKK yang sudah berjalan hingga tingkat nagari,” ujarnya.

Menurutnya, Posdaya dan PKK punya tujuan yang sama untuk meningkatkan kualitas keluarga sehingga satu sama lainnya perlu bersinergi, untuk itu, ia meminta ketua TP PKK Kecamatan, untuk bersama-sama membentuk Posdaya.

Sementara Ketua Umum LKKS Provinsi Sumatera Barat, Nevi Zuairina, mengungkapkan keluarga sebagai unit terkecil di masyarakat punya dua sisi mata pisau. Keluarga bisa menjadi sumber masalah di masyarakat dan bisa menjadi solusi bagi terbentuk masyarakat yang aman dan sejahtera .

Apalagi saat ini, lanjut Nevi, tantangan membentuk keluarga yang baik semakin berat, ancaman kekerasan dalam rumah tangga, kemiskinan, narkoba, degradasi moral dan masalah sosial lainnya bisa menjadi faktor penghambat.

Untuk itu ia menegaskan, tidak semua keluarga bisa mengatasi itu semua karena ketidakmampuan menjangkau fasilitas yang sudah tersedia. Maka dari itu keluarga perlu diberdayakan agar ketahanan keluarga bisa diraih.

Nevi sampaikan program utama Posdaya terbagi dalam empat bidang yang akan berdampak pada upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan IPM (Indeks Pembangunan Manusia). Bidang tersebut adalah Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi dan Lingkungan.

Bidang Pendidikan yang dimaksud adalah untuk memberikan dorongan kepada masyarakat agar semua anak usia sekolah bisa mengenyam pendidikan. Solusinya dapat dicarikan orangtua asuh, donator, mengikuti program paket, mendirikan PAUD, Pustaka Desa, Kompudaya (Komputer untuk Pemberdayaan), dan lain-lain.

Bidang Kesehatan lebih ditonjolkan pada upaya hidup sehat, penurunan kematian ibu melahirkan dan bayi. Serta Bidang Ekonomi atau kewirausahaan untuk menumbuhkan semangat kerja produktif dan meningkatkan pendapatan untuk keluarga.

Bidang Lingkungan diarahkan untuk menata lingkungan agar lebih sehat, asri dan juga menghasilkan misalnya dengan menanam kebun bergizi pada setiap rumah, baik di pekarangan maupun dalam pot.

“Saya juga mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan dukungan Baznas Sumatera Barat yang turut memberikan zakat produktif total Rp. 50 juta bagi 25 orang. Mudah-mudahan penerima bantuan modal bisa memanfaatkan sebaik-baiknya dalam menjalankan usaha,” sebutnya seraya mendorong agar tekadkan dalam hati berusaha sungguh-sungguh, semoga usahanya semakin berkembang dan pada gilirannya nanti akan menjadi muzaki.

Ia menyebutkan selain Baznas yang turut membantu LKKS dalam mengentaskan kemiskinan, juga disokong oleh Yayasan Damandiri, yang merupakan sebuah yayasan yang berinisiasi berdirinya Posdaya di Sumatera Barat.

Terkait bantuan dari Baznas, Wakil Ketua Baznas Sumatera Barat, Syafruddin Alimi, menyampaikan hal yang sama kepada penerima modal dengan berbagai latar belakang usaha di antara tenun, merenda, membuat kue, jualan dan berkebun.

“Baznas sebagai penyalur zakat berharap dengan bantuan yang ada dapat digunakan sebagai modal usaha, mudah-mudahan hari ini menerima zakat, dengan berkembang nantinya niatkan agar bisa berzakat,” katanya.

Baca Juga
Lihat juga...