Jokowi: Media Harus Berikan Informasi yang Mencerdaskan Bangsa

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

196

SOLO — Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) memberikan pesan khusus kepada profesi jurnalis saat membuka Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke XXIV di Sunan Hotel Solo, Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Presiden menyebut jika profesi wartawan sebagai salah satu pilar demokrasi harus mampu memberikan informasi yang mencerdaskan bangsa serta menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.

“Banyaknya berita hoax yang terjadi saat ini justru menjadi peran penting bagi PWI untuk bisa memberikan informasi yang valid,” kata Presiden Jokowi dalam sambutan pembukaan Kongres PWI ke XXIV di Solo, Jumat (28/09/2018) petang.

Penyebaran berita bohong atau hoax yang masih terjadi melalui jejaring sosial sangat cepat. Persoalan ini tak hanya dihadapi Indonesia, namun negara-negara lain juga mengalami hal serupa.

“Sering kali penyebaran hoax melalui media abal-abal yang tak jelas alamatnya dimana. Hoax disebar melalui whatsapp group biar cepat menyebar. Berita yang disebar juga dicantumkan sumber media, yang seolah-olah berita fakta,” ulasnya Mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

PWI sebagai salah satu organisasi profesi jurnalis dituntut untuk bisa menjadi garda terdepan. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas dan kapabilitas personal wartawan sebagai salah satu profesi untuk tegaknya demokrasi.

“Ingat satu artikel turut serta menentukan masa depan. Maka wartawan harus memiliki kesadaran yang tinggi. Marilah kita sadari adanya kekuatan yang besar perlu diikuti tanggung jawab besar untuk menjaga NKRI,” tandasnya Jokowi.

Selain itu, di tengah disorientasi sebagai dampak digital discruption, bangsa Indonesia membutuhkan literasi media yang jelas dan kridebel.

“Disinilah tanggung jawab wartawan, tanggung jawab PWI sebagai organisasi yang bersejarah yang tantangannya semakin besar,” tegasnya.

Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam Kongres PWI ke XXIV di Solo. Foto: Harun Alrosid

Harus ada panduan sehingga masyarakat bisa membedakan antara subtansi dan sensasi, antara yang benar dan salah, antara asli dan palsu, antara ujaran kebenaran dan ujaran kebencian, antara vois dan nois harus dipisah.

“Itulah tugas dan peran PWI untuk menentukan peran ke sana,” tambah Jokowi.

 

Diakhir sambutannya, Jokowi juga meminta untuk pemilik media untuk lebih memperhatikan wartawan. Sebab, tanpa adanya kesejahteraan yang layak, berbanding lurus dengan profesionalisme seorang wartawan.

“Pemilik media harus memperhatikan kesejahteraan wartawan. Ini penting, karena profesi manapun jika ingin profesionalismenya meningkat maka harus ditingkatkan pula kesejahteraannya,” katanya.

Presiden Jokowi juga mengajak segenap insan pers untuk sama-sama membangun demokrasi yang sehat dan kuat. Pers sebagai pilar demokrasi juga diharapkan mampu menjaga dan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa indonesia.

“Jangan sampai beda pilhan kita bisa pecah. Ingat bahwa persatuan adalah aset bangsa yang harus dijaga dan dipertahankan. Dengan mengucap bismillah saya membuka kongres PWI ke XXIV,” tutup Jokowi.

Baca Juga
Lihat juga...