Jumat Pagi, di Riau Terdeteksi 32 Titik Panas

Citra satelit BMKG - Dokumentasi CDN

PEKANBARU – Sebanyak 32 titik panas, terdeteksi ada di daerah pesisir Provinsi Riau. Pantauan satelit tersebut, menjadi indikasi awal adanya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terdeteksi di Pulau Sumatera pada Jumat (28/9/2018) pagi.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyebut, 28 titik panas tersebut, tersebar di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), dan masing-masing dua titik di Indragiri Hulu dan Pelalawan. Jumlah titik panas di Provinsi Riau mengalami peningkatan, dibandingkan sehari sebelumnya. Pada Kamis (27/9/2018) pagi tercatat ada 23 titik.

Dengan menggunakan Satelit Terra dan Aqua, BMKG terakhir memperbaharui data pada pukul 06.00 WIB. Dari jumlah titik panas tersebut, ada 29 yang merupakan titik api atau dipastikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). “Ada 27 titik di Inhil dan dua di Inhu,” kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno.

Pada Jumat (28/9/2018) pagi, Riau mendominasi jumlah titik panas di Pulau Sumatera. Secara keseluruhan di Sumatera ada 76 titik panas. Di Sumatera Selatan ada 15 titik panas, Bangka Belitung 18 titik, Lampung delapan titik, dan Jambi tiga titik.

BMKG memprakirakan, Riau pada Jumat dalam kondisi cerah berawan, tidak ada hujan, yang signifikan membantu proses pemadaman Karhutla. Hujan ringan hanya bersifat lokal, hanya kemungkinan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir dan Kota Dumai.

Suhu udara akan berkisar antara 24 hingga 34,5 derajat Celcius. “Ini artinya suhu udara Riau jauh lebih panas dari kemarin, yang maksimal mencapai 33 derajat Celcius. Kelembapan udara mencapai 45 hingga 95 persen, dan angin berhembus dari arah Tenggara ke Barat Daya dengan kecepatan 09 hingga 27 kilometer perjam. (Ant)

Lihat juga...