K2C Ajak Jurnalis Terus Mengenang Chrisye

Editor: Koko Triarko

199
JAKARTA – Apa yang dilakukan penggemar bagi tokoh idolanya adalah terus-menerus mengenangnya. Agar terdokumentasi dengan baik, penggemar selalu melibatkan para jurnalis untuk memberitakan, bahkan membesarkan sang tokoh idola.
Demikian yang dilakukan Drs. Ferry Mursyidan Baldan, Mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, penggemar setia Chrisye.
Untuk mengenang 11 tahun meninggalnya almarhum Chrisye, Ferry bersama tim Komunitas Kangen Chrisye (K2C) menerbitkan buku ‘11 Tahun Kangen Chrisye’, yang merupakan kumpulan tulisan 29 jurnalis tentang Chrisye (30 Maret – 5 April 2018).
“Saya dan teman-teman, ini ekspresi ketidakrelaan kami sebagai fans Chrisye, bahwa seorang Chrisye hilang dari ingatan dan memori penggemar musik Indonesia,“ kata Ferry Mursyidan Baldan, saat acara peluncuran buku ‘11 Tahun Kangen Chrisye’ di Aruba Cafe, Pasaraya Grande, Jakarta Selatan, Senin (17/9/2018) malam.
Lelaki kelahiran Jakarta, 16 Juni 1961 itu membeberkan, dirinya bersama Komunitas Kangen Chrisye (K2C) selalu berupaya setiap tahun, ada dua tanggal, yaitu tanggal 16 September, kelahiran Chrisye, dan tanggal 30 Maret, hari meninggalnya almarhum Chrisye.
“Kita mengekspresikan cara kita untuk terus-menerus meneguhkan Chrisye, “ bebernya.
Menurut Ferry, hal ini memang merupakan rangkaian sebelas kali, yang dimulai dari acara buka puasa, mengobrol janjian mau karaoke. “Nyanyinya lagu Chrisye, tapi tidak ketemu waktu,“ ungkapnya.
Karena, kata Ferry, kehadiran almarhum Chrisye dalam ingatan teman-teman jurnalis itu lebih penting.
“Mempublis Chrisye dengan baik turut mengenang dan teris-menerus mempopulerkan Chrisye,“ ujarnya.
Bagi Ferry, tidak banyak buku yang dibuat oleh orang lain atau fansnya seperti ini, untuk mengenang Chrisye, karena yang ada biasanya hanya biografi.
“Ini dalam rangka mengenang Chrisye yang berbeda dengan masyarakat pada umumnya,“ tuturnya.
Ferry memang selalu membuat kegiatan dalam rangka mengenang Chrisye. “Setidaknya, ada doa yang dipanjatkan dan ada sesuatu yang dipersembahkan serta bagian dalam bentuk sebagai upaya untuk terus-menerus menghadirkan ingatan pada masyarakat untuk mengenang Chrisye,“ tandasnya.
Sementara itu, Damayanti Noor, istri almarhum Chrisye, sangat mengapresiasi segala hal yang dilakukan Mursyidan dalam mengenang Chrisye.
“Saya dengar dari Medriya, suaminya sepupu saya, sebelum buku ini, Bang Ferry dalam setiap tahun, mau ada di mana, pokoknya pas dua tanggal itu, selalu mengajak ke karaoke,” katanya.
Yanti, sapaan akrab Damayanti Noor, menegaskan, bahwa setiap tanggal 16 September kelahiran Chrisye dan tanggal 30 Maret hari meninggalnya almarhum Chrisye.
“Sejak Chrisye meninggal, Bang Ferry memang selalu membuat acara untuk mengenang Chrisye,“ pungkasnya, penuh haru.
Rencananya, Ferry akan mengajak para jurnalis ke Museum Musik Dunia di Malang, yang mendokumentasikan tokoh-tokoh penyanyi legendaris, termasuk Chrisye, yang memang begitu melegenda dengan karya-karya abadi sepanjang masa.
Baca Juga
Lihat juga...