Kalbar Perlu Lima Inkubator Wirausaha

178
Ilustrasi - Pameran UMKM dan produknya. Foto: Dokumentasi CDN

PONTIANAK – Kalimantan Barat (Kalbar), perlu memiliki lima inkubator wirausaha dalam rangka mendorong percepatan pembangunan ekonomi, serta menghapus kemiskinan dan mengurangi pengangguran.

“Hal itu sebagaimana amanat Peraturan Menteri Koperasi dan UKM tentang standar prosedur dan kriteria penyelenggaraan inkubator wirausaha yang mensyaratkan setiap provinsi atau daerah istimewa, terdapat paling sedikit lima lembaga inkubator. Sedangkan setiap kabupaten dan kota, terdapat paling sedikit satu lembaga inkubator,” kata Kepala Bidang Peranan Organisasi Kemasyarakatan, pada Deputi Pengembangan Peran serta Masyarakat, Kementerian Koperasi UKM, Mas Ayu Nilawati, di Pontianak, Minggu (16/9/2018).

Inkubator wirausaha bagi daerah, memiliki dua peranan yaitu, mempercepat pertumbuhan wirausaha baru, dan mengembangkan serta memperkuat usaha yang telah dijalankan oleh wirausahawan yang ada. “Jika ada lima inkubator di Kalbar maupun di kabupaten dan kota, selaras dengan program nasional untuk mengurangi angka pengangguran, terutama dikalangan generasi muda berpendidikan tinggi,” paparnya.

Direktur Pusat Inkubator Bisnis dan Wirausaha Institut Keuangan Koperasi Indonesia, Indra Fahmi mengatakan, lahirnya wirausaha baru dan terjadinya pertumbuhan usaha, pada gilirannya akan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional. “Kontribusi tersebut antara lain, meningkatnya produk domestik, peningkatan pendapatan masyarakat, diversifikasi produk, peningkatan daya serap tenaga kerja,” jelasnya.

Sebagai sebuah lembaga, inkubator bisnis harus dikelola secara profesional, disesuai dengan karakteristik spesifik pola pengelolaannya. Inkubator bisnis merupakan suatu model pendekatan baru, yang diterapkan untuk mempercepat penciptaan calon pengusaha baru, atau peningkatan kualitas pengusaha mikro, kecil dan menengah yang tangguh dan profesional.

Pembinaan inkubator bisnis, dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan, selama jangka waktu tertentu, sampai para pelaku usaha bisa mandiri, dan sanggup beradaptasi dengan dunia usaha yang sebenarnya. “Konsep inkubator bisnis ini telah banyak diterapkan di beberapa negara bagian Amerika Serikat, Eropa, China, Asia dan Australia,” tambahnya.

Koordinator Konsultan Pendamping Center for Integrated Services of SMEsCo, Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT KUMKM) Kalbar, Suharman mengatakan, pihaknya berharap agar pemerintah daerah di Kalbar, mendorong percepatan pertumbuhan inkubator wirausaha.

Hal itu sesuai peraturan yang ada. Dan dengan inkubator yang dipersyaratkan tersebut, permasalahan pengangguran dapat dipecahkan secara terpadu dan sinergi oleh semua instansi dan lembaga pemerintah, dunia usaha dan komponen masyarakat lain yang peduli. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...