Kali Bekasi Tercemar, PDAM Tirta Patriot Sempat Hentikan Pelayanan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

309

BEKASI — Kesekian kalinya, pencemaran terjadi di Sungai Bekasi, air keruh kehitam-hitaman dan mengeluarkan bau menyengat. Dampaknya, PDAM Tirta Patriot harus menghentikan pelayanan, mengingat air di penampungan mengandung limbah kimiawi dan tidak bisa diurai.

“Pagi tadi sejak pukul 06.30 WIB, pelayanan PDAM Tirta Patriot, kondisi bahan baku airnya mengkhawatirkan. Selain hitam pekat, juga kandungan kimiawi sangat luar biasanya. Itu cukup membahayakan jika masuk ke dalam jaringan dan dialirkan ke konsumen,” tegas Dirut PDAM Tirta Patriot, Solihat di Bekasi, Kamis (27/9/2018).

Dikatakan, peningkatan mutu pelayanan air cukup terganggu dengan kualitas air Sungai Bekasi. Karena sebagian besar produksi berasal dari Sungai Bekasi.

Menurutnya, yang mencemari Sungai Bekasi bukanlah limbah rumah tangga. Ada kandungan ada unsur kimia B3.

“Kondisi pencemaran di Sungai Bekasi, tidak lagi darurat, tetapi sudah membahayakan. Ini harus ada campur tangan pemerintah pusat dan daerah untuk bersama menanggulangi soal pencemaran yang terus berlanjut,” tukasnya.

Dirut PDAM Tirta Patriot, Solihat, memberi penjelasan alur pipa PDAM. Foto: Muhammad Amin

Lebih lanjut dia mengatakan, maraknya pembuangan limbah di saluran Sungai Bekasi, adalah soal attitude dan minimnya tindakan tegas kepada pelaku pencemaran.

Dalam rangka menjaga kelanjutan ketersediaan air bersih di kota Bekasi, PDAM Tirta Patriot, sudah mencoba memindahkan Imtake dari palanta ke Sipon dekat bendungan Bekasi.

Dalam kesempatan itu, Dirut PDAM Tirta Patriot memohon maaf karena penghentian produksi. Dia juga meminta pengertian dari para steakholder terutama pelanggan yang tidak nyaman dengan penghentian pelayanan.

“Jumlah pelanggan PDAM Tirta Patriot saat ini mencapai 30 ribu pelanggan. Soal Limbah yang terjadi, ini dari hulu. Untuk itu harus bersinergi antara Kota Bekasi, Kabupaten Bogor dan Kementerian Lingkungan Hidup,” pinta Solihat.

Sementara Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto berharap ada political will dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk menindak secara cepat terkait pencemaran di sungai Bekasi.

Dikatakan Pemot Bekasi telah berupaya melakukan operasi di lapangan untuk melihat pencemaran secara langsung. Tetapi, imbuhnya, sungai Bekasi adalah sungai bersama yang hulunya ada di Kabupaten Bogor.

Tri juga menyebut, Persoalan kali Bekasi tidak masuk dalam renstra 2013-2018. Tetapi Pemerintah Kota Bekasi sudah beberapa kali menegaskan, jika terjadi pencemaran yang dilakukan pabrik di wilayah Kota Bekasi maka akan dilakukan penindakan tegas, menutup dan lainnya.

Baca Juga
Lihat juga...