Kaltim Dorong Peningkatan Produksi Jagung

Editor: Koko Triarko

171
BALIKPAPAN – Provinsi Kalimantan Timur, menindaklanjuti kerja sama Kementerian Pertanian dengan Pengurus Besar (PB) Nahdatul Ulama, dalam upaya meningkatkan produksi jagung.
Dalam upaya tersebut, Memorandum of Understanding (MoU) telah dilakukan ketiga Kabupaten, yakni Kutai Kartanegara, Kutai Timur dan Penajam Paser Utara.
“Setelah MoU ketiga kabuapten, akan kita dorong terus untuk segera merealisasikannya, karena stok produksi masih ada hampir 50 ton,” ucap Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Pemprov Kaltim, Ir. H Ibrahim, Senin (24/9/2018).
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura, Ir. H. Ibrahim. –Foto: Ferry Cahyanti
Ia menjelaskan, kerja sama antara Kementerian Pertanian dengan PB NU telah dilaksanakan di Jakarta  beberapa hari lalu. Selanjutnya, ditindaklanjuti  kerja sama antara PB NU dengan para bupati.
Hal itu dilakukan, karena beberapa daerah di Kaltim memiliki pondok pesantren. Dengan demikian, pondok pesantren yang nantinya mengelola pengembangan jagung, di samping masyarakat melalui melalui kelompok tani.
“Dalam hal ini, kita sebagai fasilitator dan akan menfasilitasinya, kemudian mengkoordinir kegiatan pengembangan komoditi jagung di Kaltim,” sebut Ibrahim.
Dalam pengembangan komoditi jagung itu, Kabupaten Kutai Timur akan mengembangkan jagung seluas kurang lebih 3.500 hektare, Kutai Kartanegara seluas 1.500 hektare dan Kabupaten PPU 500 hektare.
“Saat ini, stok produksi jagung masih ada hampir 50 ton, dan setiap tahun luasan terus berkembang. Pemprov Kaltim terus memperluas lahan komoditi jagung, karena bisa menjadi pangan,” tandasnya.
Ibrahim menambahkan, tahun ini Provinsi Kaltim mendapatkan bantuan anggaran perubahan sekitar kurang lebih 10 ribu hektare melalui APBN.
“Dana itu sudah kami alokasikan untuk pengembangan jagung di Kabupaten Berau, Kukar dan Kabupaten PPU, termasuk  bantuan bibit dan pupuk dari Kementerian Pertanian,” tutupnya.
Baca Juga
Lihat juga...