Kaltim Pertahankan ISO Pemberdayaan Perempuan

156
Ilustrasi -Dok: CDN
SAMARINDA – Dinas terkait di Provinsi Kalimantan Timur, berupaya mempertahankan kepercayaan publik atas diraihnya ISO 9001:2015 pada Pusat Pelayanan Terpadu, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Odah Etam.
“Kami ingin mempertahankan raihan sertifikasi ISO 9001:2015 bagi P2TP2A Provinsi Kaltim, yakni P2TP2A Odah Etam 2016 lalu,” ujar Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kaltim, Halda Arsyad, di Samarinda, Senin (24/9/2018).
Ia mengatakan, di antara upaya mempertahankan itu adalah melakukan pendampingan surveillance ISO 9001:2015, dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten dalam melakukan sertifikasi, yakni dari PT Mutu Agung Lestari.
Kegiatan ini bertujuan memberikan penyegaran bagi pihaknya tentang pemahaman ISO 9001:2015, termasuk memastikan konsistensi penerapan sistem pelayanan yang sudah diterapkan, bahkan untuk perbaikan (improvement) yang telah dilakukan selama ini.
“Pendampingan teknis surveillance ditujukan untuk membantu P2PTP2A, dalam mempersiapkan diri menghadapi proses surveillance. Kegiatannya meliputi review system, internal audit, dan tinjauan manajeman,” ucapnya.
Ia berharap, dari pendampingan ini, peserta dapat memahami dan meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan perempuan dan anak.
Hal ini dilakukan juga untuk mencegah tindakan kekerasaan terhadap perempuan dan anak, termasuk pemberian pelayanan kepada korban dapat dilakukan, sehingga trauma yang dialami korban dapat diatasi, guna mengantarkan pada tatanan kehidupan yang lebih baik.
Selain itu, dengan pendampingan surveillance ISO 9001:2015, diharapkan terjadi perbaikan dan perubahan secara konsisten, seperti untuk perbaikan temuan dan review serta penerbitan sertifikat/surat keterangan.
Apalagi dalam peningkatan kemampuan pelayanannya, selama ini sudah diakui sehingga keberadaan lembaga ini tentu diharapakan dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan di Kaltim.
Ia juga mengatakan, pada 2016, sebanyak 34 P2TP2A berhasil mendapatkan ISO 9001:2015 dari lembaga sertifikasi yang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) itu.
Keberhasilan P2PT2A memperoleh sertifikat ini menunjukkan, bahwa setidaknya persyaratan standar minimal pelayanan yang berstandar internasional telah dipenuhi.
“Penerapan ISO 9001:2015 pada P2PTP2A Odah Etam, diharapkan mampu meningkatkan mutu pelayanan dan kinerja organisasi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan perempuan dan anak, termasuk mendukung pilar misi KPPPA dalam usaha pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan dan anak, serta pemenuhan hak anak,” katannya. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...