Kampanyekan Bahaya Narkoba, Man Rambo Jalan Kaki dari Surabaya

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

313

BEKASI — Man Rambo (56), pria asal Surabaya Provinsi Jawa Timur ini, rela menempuh ratusan kilometer dengan jalan kaki, hanya untuk menyampaikan misi kemanusiaan, yakni pesan bahaya narkoba di kalangan generasi muda.

Pria yang kesehariannya sebagai Supir Angkot di Surabaya tersebut, mengaku berjalan sejak 19 Agustus 2018. Sabtu (22/9/2018), dia sampai di pusat Kota Bekasi dengan berjalan tanpa alas kaki dan tidak tahu sudah berapa lama melakukan perjalanan.

“Saya jalan sejak 19 Agustus 2018, dari terminal Wonokromo, Surabaya. Ingin ke Jakarta untuk bertemu Presiden RI, menyampaikan bahaya narkoba di kalangan anak muda,” ungkap Rambo seraya memberi stiker bahaya Narkoba.

Dia berkisah, selama dalam perjalanan di wilayah Polsek Lasem Rembang Jawa Tengah ia mendapatkan apresiasi dari Polsek Lasem Rembang Jawa Tengah.

“Di Polsek Lasem, tulisan misi kemanusiaan ‘Bahaya Narkoba’ diganti oleh Polsek dengan lebih bagus menggunakan bahan material aluminium dan tulisan stiker agar terlihat lebih rapi dan pesan sosialnya kelihatan. Sebelumnya hanya ditulis di atas kertas biasa,” jelasnya.

Tidur di masjid, minimarket dan pom bensin, menjadi hal biasa selama menjalankan misi kemanusiaan itu. Bagi Man Rambo, kondisi itu sudah diperhitungkan sebelum berangkat menuju Jakarta.

Menurutnya, nekat berjalan kaki dari Surabaya hanya dilandasi kepedulian terkait bahaya narkoba. Prihatin atas peredaran narkoba yang merambah di kalangan remaja itulah yang mendasari untuk kampanye.

Dia mengaku dampak narkoba di depan matanya sudah banyak memakan korban jiwa, terutama dari kalangan pemuda. Jika ini tidak diurus serius oleh semua kalangan, maka generasi muda Indonesia akan hancur.

“Saya melihat langsung, bagaimana dampak narkoba di kalangan pemuda dan teman sesama sopir angkot di sudut terminal Wonokromo,” tandasnya.

Mereka yang sehat menjadi sakit dan ketergantungan bahkan tidak sedikit yang meninggal dunia. Dampak lain adalah rusaknya generasi muda, dengan nekat melakukan berbagai hal negatif seperti pesta sex dan lainnya.

Untuk itu, selama dalam perjalanan, melintasi perkampungan, kota dan jalan setapak, Man Rambo mengaku selalu membagikan selebaran kertas bertuliskan dampak dari bahaya narkoba sebagai pesan sosial.

“Selama perjalanan banyak anak muda yang simpati, memberi minum, makan dan lainnya. Dari mereka ada yang mengajak diskusi, dalam diskusi itu saya sampaikan tentang bahaya narkoba,” tutur Man Rambo.

Hari ini, Man Rambo sudah berada perbatasan Jakarta. Selama 32 hari, dia berjalan dari Surabaya menuju Istana dengan harapan bisa bertemu dengan Presiden Jokowi.

“Saya ke Jakarta membawa misi kemanusiaan, tentang bahaya narkoba dan ingin bertemu langsung dengan pak Presiden Jokowi,” pungkasnya bergegas melanjutkan perjalanan.

Baca Juga
Lihat juga...